Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - BERLIN. Produsen barang konsumsi asal Jerman, Beiersdorf, memangkas proyeksi kinerja tahunannya akibat kondisi pasar yang masih menantang serta pemulihan penjualan merek utama Nivea yang berjalan lebih lambat dari perkiraan.
Dalam pembaruan panduan kinerja pada Senin, Beiersdorf kini memperkirakan penjualan organik tahun ini akan turun dalam kisaran satu digit rendah. Sebelumnya, perusahaan menargetkan penjualan organik berada pada level stagnan hingga tumbuh tipis.
Selain memangkas proyeksi penjualan, perusahaan juga menurunkan target margin laba operasional inti (EBIT) sebelum faktor khusus menjadi 11,8%. Sebelumnya, Beiersdorf memperkirakan margin EBIT sedikit di bawah capaian tahun sebelumnya sebesar 14%.
Baca Juga: Bank of Korea Koleksi Emas Lagi Setelah 13 Tahun, Kurangi Ketergantungan Aset Asing
Manajemen menyebut penyesuaian target tersebut juga dipengaruhi oleh keputusan perusahaan untuk meningkatkan investasi pada aktivitas yang berhubungan langsung dengan konsumen. Investasi tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan di berbagai kategori produk.
Respons pasar terhadap revisi proyeksi tersebut cukup negatif. Saham Beiersdorf turun 3,7% pada pukul 19.15 WIB, setelah sepanjang tahun ini telah melemah 13,8%.
Analis Bernstein, Callum Elliott, menilai penurunan target tersebut cukup signifikan meskipun tidak sepenuhnya mengejutkan mengingat lemahnya kinerja Nivea dalam beberapa waktu terakhir.
"Besarnya pemangkasan ini jelas sangat besar, meskipun mungkin tidak terlalu mengejutkan mengingat belum adanya kemajuan berarti dalam mengatasi kinerja pertumbuhan Nivea yang sangat lemah selama setahun terakhir," ujar Elliott.
Beiersdorf mengatakan akan meningkatkan investasi pemasaran dan mempercepat peluncuran produk baru untuk menghidupkan kembali penjualan Nivea. Pada kuartal pertama tahun ini, penjualan organik Nivea turun 7% akibat strategi penurunan harga serta kondisi pasar massal yang masih penuh tekanan.
Selain Nivea, portofolio Beiersdorf juga mencakup sejumlah merek perawatan kulit lainnya seperti Eucerin, Aquaphor, dan La Prairie.
Pada kuartal kedua, penjualan bersih Beiersdorf turun 2,3% secara tahunan, sejalan dengan perkiraan konsensus pasar yang dihimpun Vara yang memproyeksikan penurunan sekitar 2%.
Perusahaan perawatan kulit tersebut memperkirakan pertumbuhan penjualan akan kembali terjadi pada tahun depan, dengan margin EBIT mulai stabil. Sementara itu, pada 2028 Beiersdorf menargetkan pertumbuhan penjualan yang melampaui pasar serta peningkatan margin EBIT secara berkelanjutan.
Baca Juga: FA Inggris Cabut Dukungan Gianni Infantino, Jalan Menuju Pemilihan FIFA Kian Berat













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
