Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Amerika Serikat menarik seluruh pesawat pengebom B-1 yang ditempatkan di pangkalan udara Inggris, RAF Fairford, sekitar sepekan setelah sejumlah pria ditangkap karena diduga mempersiapkan aksi teror di fasilitas tersebut.
Seorang pejabat Pentagon mengatakan pada Minggu (4/10/2026), sekitar 12 pesawat pengebom B-1 sebelumnya ditempatkan di RAF Fairford, yang berada di barat laut London.
Pesawat-pesawat tersebut diketahui digunakan Amerika Serikat dalam serangan terhadap Iran. Namun, seluruh bomber B-1 yang ditempatkan di pangkalan tersebut kini telah dipindahkan kembali ke pangkalan asalnya di Amerika Serikat.
"Meski keamanan operasional menghalangi kami untuk mengonfirmasi pergerakan aset dan pasukan kami secara langsung, kini kami dapat mengakui bahwa seluruh pesawat pengebom AS yang dikerahkan ke RAF Fairford telah dipindahkan kembali ke pangkalan asalnya di Amerika Serikat," kata juru bicara Pentagon dalam sebuah email.
Baca Juga: Harga Tembaga Naik Tipis, Pasar Mulai Pangkas Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed
Penarikan pesawat tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan terkait dugaan rencana serangan teror terhadap pangkalan RAF Fairford.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham pada Rabu mengatakan bahwa Inggris memiliki "indikasi kuat" mengenai keterlibatan Iran dalam dugaan rencana yang menyasar pangkalan tersebut.
Namun, Iran membantah tuduhan tersebut. Tehran menyebut tuduhan yang mengaitkan negaranya dengan dugaan rencana serangan itu tidak berdasar. Pemerintah Iran juga memanggil Duta Besar Inggris di Tehran untuk memprotes persoalan tersebut.
Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan bahwa pesawat-pesawat pengebom AS ditarik dari pangkalan RAF Fairford di tengah kekhawatiran keamanan terkait dugaan rencana teror terhadap fasilitas tersebut.
Baca Juga: Pasar Saham di Kawasan Naik di Tengah Hari Ini, Dolar AS Menguat dengan Euro Anjlok
Pemerintah Inggris sebelumnya memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pesawat pengebom yang ditempatkan di RAF Fairford dalam operasi militer terhadap lokasi rudal Iran.
Serangan tersebut ditujukan terhadap fasilitas rudal Iran yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pihak yang terlibat dalam dugaan rencana tersebut telah merencanakan "kerusakan besar". Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyebut adanya indikasi keterlibatan "aktor asing".














