kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.940   27,00   0,15%
  • IDX 6.061   23,85   0,40%
  • KOMPAS100 782   4,58   0,59%
  • LQ45 599   3,42   0,57%
  • ISSI 210   0,47   0,22%
  • IDX30 333   2,71   0,82%
  • IDXHIDIV20 426   2,73   0,64%
  • IDX80 89   0,49   0,55%
  • IDXV30 115   0,63   0,55%
  • IDXQ30 109   0,70   0,65%

AS Tarik Pesawat Pembom B-1 dari Pangkalan Inggris karena Kekhawatiran Keamanan


Senin, 05 Oktober 2026 / 13:12 WIB
AS Tarik Pesawat Pembom B-1 dari Pangkalan Inggris karena Kekhawatiran Keamanan
ILUSTRASI. Amerika Serikat menarik seluruh pesawat pengebom B-1 yang ditempatkan di pangkalan udara Inggris, RAF Fairford ( REUTERS/HANDOUT)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Amerika Serikat menarik seluruh pesawat pengebom B-1 yang ditempatkan di pangkalan udara Inggris, RAF Fairford, sekitar sepekan setelah sejumlah pria ditangkap karena diduga mempersiapkan aksi teror di fasilitas tersebut.

Seorang pejabat Pentagon mengatakan pada Minggu (4/10/2026), sekitar 12 pesawat pengebom B-1 sebelumnya ditempatkan di RAF Fairford, yang berada di barat laut London.

Pesawat-pesawat tersebut diketahui digunakan Amerika Serikat dalam serangan terhadap Iran. Namun, seluruh bomber B-1 yang ditempatkan di pangkalan tersebut kini telah dipindahkan kembali ke pangkalan asalnya di Amerika Serikat.

"Meski keamanan operasional menghalangi kami untuk mengonfirmasi pergerakan aset dan pasukan kami secara langsung, kini kami dapat mengakui bahwa seluruh pesawat pengebom AS yang dikerahkan ke RAF Fairford telah dipindahkan kembali ke pangkalan asalnya di Amerika Serikat," kata juru bicara Pentagon dalam sebuah email.

Baca Juga: Harga Tembaga Naik Tipis, Pasar Mulai Pangkas Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed

Penarikan pesawat tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan terkait dugaan rencana serangan teror terhadap pangkalan RAF Fairford.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham pada Rabu mengatakan bahwa Inggris memiliki "indikasi kuat" mengenai keterlibatan Iran dalam dugaan rencana yang menyasar pangkalan tersebut.

Namun, Iran membantah tuduhan tersebut. Tehran menyebut tuduhan yang mengaitkan negaranya dengan dugaan rencana serangan itu tidak berdasar. Pemerintah Iran juga memanggil Duta Besar Inggris di Tehran untuk memprotes persoalan tersebut.

Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan bahwa pesawat-pesawat pengebom AS ditarik dari pangkalan RAF Fairford di tengah kekhawatiran keamanan terkait dugaan rencana teror terhadap fasilitas tersebut.

Baca Juga: Pasar Saham di Kawasan Naik di Tengah Hari Ini, Dolar AS Menguat dengan Euro Anjlok

Pemerintah Inggris sebelumnya memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pesawat pengebom yang ditempatkan di RAF Fairford dalam operasi militer terhadap lokasi rudal Iran.

Serangan tersebut ditujukan terhadap fasilitas rudal Iran yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pihak yang terlibat dalam dugaan rencana tersebut telah merencanakan "kerusakan besar". Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyebut adanya indikasi keterlibatan "aktor asing".




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×