Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, semakin meningkat setelah Asosiasi Sepak Bola Inggris (Football Association/FA) dikabarkan akan mengikuti langkah Wales dengan mencabut dukungan terhadap pencalonannya untuk kembali menjabat sebagai Presiden FIFA periode 2027–2031.
Mengutip Reuters, Senin (3/8/2026), seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan keputusan FA Inggris diambil di tengah gelombang penolakan terhadap rencana FIFA yang gagal menjual sebagian kepemilikan entitas baru yang mengelola berbagai kompetisi, termasuk Piala Dunia.
Sebelumnya, FIFA berupaya memperoleh dana hingga US$ 4,2 miliar dari investor swasta dengan menjual sekitar 20% saham pada entitas baru yang akan mengawasi penyelenggaraan sejumlah kompetisi internasional. Namun, rencana tersebut resmi dibatalkan pada Jumat (1/8) setelah mendapat penolakan keras dari berbagai pemangku kepentingan.
Gagalnya inisiatif tersebut kini memicu sorotan terhadap posisi Infantino, yang sebelumnya diperkirakan akan dengan mudah kembali terpilih sebagai Presiden FIFA untuk masa jabatan 2027–2031.
Baca Juga: China Perketat Perlindungan Desain Chip, Perkuat Keamanan Teknologi Semikonduktor
Wales Resmi Tarik Dukungan
Wales menjadi federasi sepak bola nasional pertama yang secara resmi mencabut dukungannya terhadap pencalonan kembali Infantino.
Dalam pernyataan resminya, Asosiasi Sepak Bola Wales (Football Association of Wales/FAW) menyampaikan:
"Asosiasi Sepak Bola Wales dengan ini mengonfirmasi pencabutan dukungannya terhadap pencalonan Bapak Gianni Infantino untuk terpilih kembali sebagai Presiden FIFA pada periode 2027 hingga 2031," tulis pernyataan tersebut.
FAW menilai berbagai persoalan dalam tata kelola organisasi menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.
"Kegagalan baru-baru ini dalam tata kelola yang baik, proses, kepemimpinan, nilai-nilai organisasi, pengelolaan pemangku kepentingan, komunikasi, serta pengambilan keputusan yang tepat telah membawa kami pada kesimpulan bahwa Bapak Infantino telah kehilangan kepercayaan FAW untuk tetap memimpin sepak bola dunia," tambah pernyataan itu.
FAW juga menegaskan bahwa kepentingan sepak bola seharusnya menjadi prioritas utama.
"Kegagalan menempatkan kepentingan terbaik sepak bola sebagai prioritas adalah kegagalan yang tidak dapat kami terima," lanjut pernyataan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, Reuters menyebut FIFA belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait perkembangan tersebut.
Tekanan terhadap Infantino Meningkat
Posisi Gianni Infantino kini menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah dua konfederasi besar, yakni UEFA dan CONCACAF, pada Sabtu (2/8) menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinannya.
UEFA, yang memimpin penolakan terhadap rencana penjualan saham FIFA dan menyambut baik keputusan pembatalannya, belum mengonfirmasi laporan media yang menyebut organisasi tersebut tengah menyiapkan langkah hukum terhadap FIFA.
Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS dan Harapan Kesepakatan AS-Iran
Meski demikian, UEFA mengungkapkan telah mengeluarkan perintah pelestarian dokumen (document preservation order), yaitu instruksi yang melarang penghapusan email, dokumen, maupun data elektronik ketika suatu penyelidikan diperkirakan akan dilakukan.
Peluang Terpilih Kembali Tak Lagi Mulus
Pada April lalu, Infantino menyatakan niatnya untuk maju kembali sebagai Presiden FIFA untuk masa jabatan keempat.
Sejak menggantikan kompatriotnya asal Swiss, Sepp Blatter, pada 2016, Infantino telah dua kali terpilih kembali tanpa menghadapi lawan dalam pemilihan.
Namun, para pakar yang diwawancarai Reuters menilai kegagalan proposal investasi tersebut mengungkap adanya ketidakpuasan di kalangan anggota FIFA.
Kondisi itu dinilai berpotensi memperumit langkah Infantino menjelang Kongres FIFA yang dijadwalkan berlangsung di Maroko pada Maret mendatang, ketika proses pemilihan Presiden FIFA untuk periode 2027–2031 akan menjadi agenda utama.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
