Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden FIFA Gianni Infantino membela kepemimpinannya dan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di tengah gelombang kritik terhadap organisasi tersebut.
Di saat yang sama, ia menghadapi tuduhan serius dari anggota Kongres Amerika Serikat (AS) terkait dugaan hubungan yang tidak semestinya dengan Presiden Donald Trump.
Mengutip Reuters, Senin (27/7/2026), Infantino menolak berbagai kritik terhadap FIFA dan menuding para pengkritiknya menyebarkan kebencian serta informasi yang tidak benar.
Baca Juga: Korea Selatan Kaji Pembatasan ETF Leverage di Tengah Demam Saham AI
Melalui unggahan berisi 15 slide di akun Instagram pribadinya yang juga dipublikasikan di akun resmi FIFA, Infantino menyatakan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia 2026 berjalan sukses.
"Kami tidak mengalami kekerasan, tidak ada insiden, keamanan 100%, hanya ada kegembiraan dan kebahagiaan," tulis Infantino.
Pernyataan itu muncul sehari setelah anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Jamie Raskin, menuduh Infantino melakukan "suap secara terang-terangan" melalui kedekatannya dengan Donald Trump serta pemerintahan dan bisnis milik presiden tersebut.
Selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026, sejumlah persoalan memang mencuat. Beberapa tim dan pendukung mengalami kesulitan memasuki Amerika Serikat akibat pembatasan perjalanan yang diberlakukan pemerintah AS.
Baca Juga: Bursa Asia Berguguran, Kekhawatiran Pendanaan AI Picu Aksi Jual Saham Teknologi
Empat negara, yakni Iran, Haiti, Senegal, dan Pantai Gading, tetap menjalani pertandingan meski banyak pendukung mereka tidak dapat memasuki AS karena pembatasan tersebut.
Kapten tim nasional Iran, Mehdi Taremi, bahkan menyebut penyelenggaraan Piala Dunia sebagai sebuah "bencana" akibat pembatasan visa dan mobilitas bagi anggota federasi sepak bola Iran.
Infantino juga tidak menyinggung insiden yang menewaskan empat orang akibat sesak napas saat perayaan kemenangan Meksiko atas Ekuador pada babak 32 besar di Mexico City.
Dalam unggahannya, Infantino turut menanggapi kontroversi terkait pencabutan sanksi larangan bermain satu pertandingan terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Baca Juga: Bursa Asia Berguguran, Kekhawatiran Pendanaan AI Picu Aksi Jual Saham Teknologi
Sebelumnya, Komite Disiplin FIFA membatalkan hukuman tersebut tanpa memberikan penjelasan.
Donald Trump kemudian mengaku telah menghubungi Infantino agar kasus itu ditinjau ulang, meski klaim tersebut dibantah oleh Presiden FIFA.
Infantino mengatakan keputusan-keputusan disiplin yang menuai perdebatan merupakan hal yang lazim dalam dunia sepak bola.
"Ketidakpuasan Anda terhadap beberapa keputusan yang dibuat otoritas berwenang dapat dimengerti. Namun keputusan wasit yang dapat diperdebatkan atau putusan disiplin yang dianggap janggal merupakan hal yang rutin dan diterima di banyak liga besar dunia," tulisnya.
Di sisi lain, Jaksa Agung dari negara bagian New York, New Jersey, Texas, dan California juga tengah menyelidiki FIFA terkait harga tiket Piala Dunia 2026.
Raskin meminta Infantino hadir di hadapan Komite Kehakiman DPR AS untuk memberikan penjelasan, meski ia tidak memiliki kewenangan mengeluarkan surat panggilan wajib (subpoena) karena Partai Demokrat merupakan minoritas di DPR.
Baca Juga: Bank Sentral Malaysia Yakin Ekonomi Tumbuh di Batas Atas Target 5% Tahun Ini
Dalam suratnya, Raskin meminta Infantino mengungkap seluruh bentuk pemberian yang diduga diberikan kepada Donald Trump, anggota pemerintahannya, keluarga mereka, maupun entitas yang berafiliasi dengan Trump Organization.
Hubungan dekat Trump dan Infantino memang menjadi sorotan sejak sebelum turnamen berlangsung.
Tahun lalu, FIFA menganugerahkan FIFA Peace Prize kepada Trump, yang oleh Raskin disebut sebagai penghargaan yang "sangat tidak masuk akal".
Raskin juga menyoroti keputusan FIFA menyewa ruang kantor di lantai 17 Trump Tower selama penyelenggaraan Piala Dunia.
Menurutnya, langkah tersebut dapat dipandang sebagai upaya memengaruhi kebijakan pemerintah AS agar menguntungkan FIFA.
Sementara itu, juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, membela Trump dan menolak tuduhan tersebut.
Menurut Ingle, kepemimpinan Trump membuat Piala Dunia 2026 menghasilkan miliaran dolar AS, memberikan dorongan ekonomi besar bagi kota-kota tuan rumah, serta menghadirkan penyelenggaraan yang aman dan lancar bagi jutaan penggemar dan atlet dari seluruh dunia.














