kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.098   63,00   0,35%
  • IDX 6.181   -4,79   -0,08%
  • KOMPAS100 808   1,34   0,17%
  • LQ45 614   1,42   0,23%
  • ISSI 214   -0,09   -0,04%
  • IDX30 346   0,64   0,19%
  • IDXHIDIV20 427   0,38   0,09%
  • IDX80 92   0,24   0,26%
  • IDXV30 117   0,29   0,25%
  • IDXQ30 111   0,24   0,22%

Bank Sentral Malaysia Yakin Ekonomi Tumbuh di Batas Atas Target 5% Tahun Ini


Selasa, 28 Juli 2026 / 09:40 WIB
Bank Sentral Malaysia Yakin Ekonomi Tumbuh di Batas Atas Target 5% Tahun Ini
ILUSTRASI. Ekonomi Malaysia - Pelabuhan Tanjung Pelepas (REUTERS/Hasnoor Hussain)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bank Sentral Malaysia (Bank Negara Malaysia/BNM) optimistis perekonomian negara itu tetap berada di jalur untuk tumbuh 4% hingga 5% pada 2026 meskipun gejolak pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah masih membayangi.

Mengutip Reuters, Gubernur Bank Negara Malaysia Abdul Rasheed Ghaffour mengatakan pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran atas dari target tersebut karena inflasi masih terkendali.

Baca Juga: Rupiah Tertekan ke Rp 18.080 per Dolar AS, Terburuk di Asia pada Perdagangan Pagi

"Pertumbuhan ekonomi kemungkinan berada di batas atas kisaran proyeksi karena inflasi tetap dapat dikelola," ujar Abdul Rasheed dalam sebuah forum pada Selasa (28/7/2026).

Ia menambahkan, BNM akan terus menjalankan kebijakan untuk menjaga stabilitas harga di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi dan harga energi yang tetap mahal.

Menurut Abdul Rasheed, arah kebijakan moneter BNM saat ini masih sejalan dengan prospek pertumbuhan ekonomi domestik dan inflasi.

Pada pertemuan kebijakan moneter Juli lalu, BNM mempertahankan suku bunga acuan (Overnight Policy Rate/OPR) di level 2,75%, menandai enam kali pertemuan berturut-turut tanpa perubahan suku bunga.

Dari sisi inflasi, rata-rata inflasi utama (headline inflation) Malaysia tercatat 1,7% pada lima bulan pertama tahun ini, sedangkan inflasi inti (core inflation) berada di 2,1%.

Baca Juga: Pemerintah Yaman Sebut Houthi Berupaya Kuasai Jalur Laut Merah ala Iran di Hormuz

Meski harga energi global melonjak akibat konflik di Timur Tengah, pemerintah Malaysia masih mempertahankan subsidi untuk bahan bakar minyak dan solar.

Pemerintah bahkan diperkirakan harus mengalokasikan hingga 40 miliar ringgit untuk subsidi bahan bakar sepanjang tahun ini apabila harga energi tetap tinggi.

Nilai tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan alokasi awal dalam anggaran pemerintah.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×