Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Yaman menuduh kelompok Houthi berupaya meniru strategi Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz dengan mengganggu jalur pelayaran di Selat Bab el-Mandeb.
Langkah tersebut dinilai berpotensi mengancam dua jalur pelayaran paling penting di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Australia Pertimbangkan Bangun Kilang Minyak Baru Pertama dalam 60 Tahun
Mengutip Reuters, Senin (27/7/2026), Menteri Luar Negeri Yaman yang ditunjuk, Afrah Al-Zouba mengatakan, kelompok Houthi semakin berani setelah respons internasional terhadap aksi mereka dinilai tidak cukup tegas.
"Houthi ingin meniru model Iran dan hal itu akan menutup dua selat utama, yaitu pintu masuk menuju Teluk dan Laut Merah," kata Al-Zouba kepada sekelompok kecil wartawan di Kedutaan Besar Yaman di Riyadh, Arab Saudi.
Menurut Al-Zouba, Laut Merah kini telah menjadi medan baru dalam konflik yang melibatkan Iran.
Kelompok Houthi meningkatkan tekanan terhadap Arab Saudi dengan meluncurkan rudal dan drone ke wilayah kerajaan serta menyatakan blokade terhadap pelayaran Saudi.
Baca Juga: Bursa Australia Turun Selasa (28/7), Saham Tambang Tertekan Jelang Data Inflasi
Sebagai respons, Arab Saudi melancarkan serangan udara ke fasilitas militer yang diklaim milik Houthi.
Riyadh juga menegaskan akan melindungi pelayaran komersial dan menuduh Houthi menjalankan agenda kepentingan pihak asing.
Eskalasi tersebut turut meningkatkan kekhawatiran akan kembalinya perang berskala besar di Yaman.
Konflik Yaman telah menewaskan ratusan ribu orang sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa pada 2014. Peristiwa itu mendorong Arab Saudi memimpin koalisi negara-negara Arab untuk melakukan intervensi militer.
Meski gencatan senjata berhasil dicapai pada 2022, kesepakatan tersebut kembali terganggu oleh serangan lintas perbatasan dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Johnson & Johnson Sepakat Bayar US$ 5,5 Miliar untuk Akhiri Gugatan Bedak Talek
Menurut pejabat Arab Saudi, diplomat Barat, dan pejabat pemerintah Yaman, kemungkinan kembali pecahnya perang skala penuh kini lebih besar dibandingkan kapan pun sejak gencatan senjata diberlakukan.
Al-Zouba mengatakan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi telah bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi lebih lanjut.
Saat ini, baku tembak masih terjadi di sepanjang garis depan yang membentang dari pesisir Laut Merah di barat laut Yaman hingga perbatasan Arab Saudi.
Namun, ia menegaskan belum ada pihak yang melancarkan serangan ofensif besar.
"Kami berpandangan konflik ini harus segera diakhiri, baik melalui cara damai maupun dengan cara lainnya," ujar Al-Zouba.














