kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.098   63,00   0,35%
  • IDX 6.182   -3,77   -0,06%
  • KOMPAS100 808   1,05   0,13%
  • LQ45 614   1,09   0,18%
  • ISSI 214   -0,08   -0,04%
  • IDX30 345   0,49   0,14%
  • IDXHIDIV20 427   0,35   0,08%
  • IDX80 92   0,22   0,24%
  • IDXV30 117   0,39   0,33%
  • IDXQ30 110   0,16   0,14%

Australia Pertimbangkan Bangun Kilang Minyak Baru Pertama dalam 60 Tahun


Selasa, 28 Juli 2026 / 09:21 WIB
Australia Pertimbangkan Bangun Kilang Minyak Baru Pertama dalam 60 Tahun
ILUSTRASI. Australia - Kebakaran kilang minyak Viva Energy Group (via REUTERS/SEVEN NETWORK/NINE NETWORK)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Australia mempertimbangkan pembangunan kilang minyak domestik baru pertama dalam lebih dari 60 tahun.

Langkah ini diambil di tengah perang di Timur Tengah yang menekan pasokan minyak dari luar negeri dan meningkatkan urgensi untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Mengutip Reuters, Selasa (28/7/2026), pemerintah federal Australia bersama Pemerintah Negara Bagian Australia Barat akan mengalokasikan dana sebesar A$ 4 juta untuk melakukan studi kelayakan pembangunan kilang minyak tersebut.

Baca Juga: Bursa Australia Turun Selasa (28/7), Saham Tambang Tertekan Jelang Data Inflasi

Saat ini, Australia masih sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan bahan bakarnya.

Sekitar 80% kebutuhan bahan bakar nasional dipenuhi dari luar negeri sehingga negara itu berupaya memperkuat pasokan di tengah konflik yang melibatkan Iran.

Sebagian besar kilang minyak di Australia dibangun pada dekade 1950-an hingga 1960-an.

Namun, tingginya biaya operasional serta munculnya kilang-kilang berkapasitas besar di berbagai negara Asia menyebabkan banyak fasilitas penyulingan di Australia ditutup dalam tiga dekade terakhir.

Menteri Sumber Daya Federal Australia Madeleine King mengatakan, pembangunan kilang baru merupakan langkah penting untuk memperkuat keamanan pasokan energi nasional.

Baca Juga: Johnson & Johnson Sepakat Bayar US$ 5,5 Miliar untuk Akhiri Gugatan Bedak Talek

"Ini tentang keamanan pasokan bahan bakar bagi seluruh Australia. Australia Barat kini tidak lagi memiliki kapasitas penyulingan bahan bakar setelah kilang BP di Kwinana ditutup pada 2021. Karena itu, ini merupakan inisiatif yang sangat penting," ujar King kepada ABC Radio.

Saat ini, Australia hanya memiliki dua kilang minyak yang masih beroperasi, yakni kilang milik Ampol di Queensland dan fasilitas Viva Energy di Victoria, yang keduanya berada di wilayah timur Australia.

Jumlah tersebut jauh berkurang dibandingkan pada tahun 2000, ketika Australia masih memiliki delapan kilang minyak yang beroperasi.

Pemerintah berharap hasil studi kelayakan dapat menjadi dasar dalam menentukan kelayakan pembangunan kilang baru guna mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar dan meningkatkan ketahanan energi negara.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×