kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

UEA Percepat Pembangunan Pipa Minyak Baru, Gandakan Ekspor Lewat Fujairah pada 2027


Jumat, 15 Mei 2026 / 17:00 WIB
UEA Percepat Pembangunan Pipa Minyak Baru, Gandakan Ekspor Lewat Fujairah pada 2027
ILUSTRASI. Uni Emirat Arab mempercepat pembangunan pipa minyak baru untuk menggandakan kapasitas ekspor. (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Uni Emirat Arab mempercepat pembangunan jaringan pipa minyak baru guna menggandakan kapasitas ekspor minyak melalui Fujairah pada 2027. Langkah ini dilakukan untuk memperbesar kemampuan negara tersebut menyalurkan minyak tanpa harus melewati Selat Hormuz yang tengah dilanda ketegangan geopolitik.

Menurut pernyataan Kantor Media Pemerintah Abu Dhabi pada Jumat, Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed memerintahkan Abu Dhabi National Oil Company untuk mempercepat proyek West-East Pipeline dalam rapat komite eksekutif pemerintah.

Proyek tersebut saat ini masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027. Namun, pemerintah tidak mengungkapkan jadwal awal proyek sebelum dipercepat.

Saat ini, UEA telah memiliki jaringan pipa Abu Dhabi Crude Oil Pipeline (ADCOP) atau dikenal sebagai pipa Habshan-Fujairah dengan kapasitas hingga 1,8 juta barel per hari. Infrastruktur ini menjadi jalur strategis bagi UEA untuk memaksimalkan ekspor minyak langsung dari pesisir Teluk Oman.

Baca Juga: Harga Minyak Naik 2% Usai Trump dan Xi Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

UEA dan Arab Saudi menjadi dua negara produsen minyak di kawasan Teluk yang memiliki jalur pipa ekspor minyak di luar Selat Hormuz. Sementara itu, Oman memiliki keuntungan geografis berupa garis pantai panjang di Teluk Oman.

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah Iran secara efektif menutup jalur perairan sempit antara Iran dan Oman sebagai respons terhadap kampanye udara dan laut gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Penutupan jalur tersebut berdampak besar terhadap distribusi energi global karena sekitar seperlima pasokan minyak dunia yang biasanya mengalir ke Asia dan berbagai wilayah lain melewati Selat Hormuz.

Sejumlah negara Teluk seperti Kuwait, Irak, Qatar, dan Bahrain masih sangat bergantung pada jalur tersebut untuk aktivitas ekspor minyak dan gas mereka.

Gangguan pasokan energi global akibat situasi ini telah mendorong lonjakan harga energi internasional. Sejumlah pemerintah mulai menerapkan pembatasan distribusi bahan bakar, sementara kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global meningkat seiring tekanan inflasi yang terus bertambah.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×