kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Rusia Klaim Serang Infrastruktur Militer dan Kapal di Ukraina


Minggu, 27 September 2026 / 14:42 WIB
Rusia Klaim Serang Infrastruktur Militer dan Kapal di Ukraina
ILUSTRASI. Kapal Perang Rusia RF Gromky 335 (Ist/TNI Angkatan Laut)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia mengklaim telah melancarkan serangkaian serangan drone terhadap infrastruktur yang disebut terkait dengan militer Ukraina pada Minggu (27/9/2026).

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan yang dilakukan pada malam hari itu menyasar pusat logistik, infrastruktur pelabuhan dan transportasi, pusat komunikasi, serta sejumlah kapal yang menurut Moskow terkait dengan aktivitas militer Ukraina.

"Serangan menyasar infrastruktur yang digunakan untuk kepentingan militer Ukraina," kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam keterangannya.

Baca Juga: Rusia Ancam Serang Target Militer Inggris, Ketegangan Semakin Meningkat

Menurut kementerian tersebut, salah satu sasaran serangan adalah pusat data di Kyiv.

Serangan juga disebut menghantam sejumlah pusat logistik di wilayah Kyiv dan Odesa serta dua lokasi penyimpanan drone di Mykolaiv.

Rusia juga mengklaim telah menyerang markas pangkalan angkatan laut dan markas Dinas Penjaga Perbatasan Negara Ukraina.

Selain itu, empat gudang militer di pelabuhan Kiliya turut disebut menjadi sasaran.

Serangan juga diklaim mengenai sebuah kapal kargo yang membawa barang-barang militer dan barang dengan penggunaan ganda (dual-use) menuju pelabuhan Odesa.

Baca Juga: Rusia Klaim Serang Tiga Pelabuhan Ukraina, Infrastruktur Militer Jadi Sasaran

Namun, Reuters belum dapat memverifikasi secara independen klaim Kementerian Pertahanan Rusia tersebut.




TERBARU

[X]
×