kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rusia Klaim Hancurkan 3.000 Lebih Drone Ukraina, Serangan Terbesar Terjadi 17 Mei


Senin, 18 Mei 2026 / 06:42 WIB
Rusia Klaim Hancurkan 3.000 Lebih Drone Ukraina, Serangan Terbesar Terjadi 17 Mei
ILUSTRASI. Rusia klaim hancurkan 3.124 drone Ukraina dalam sepekan, rekor terbanyak pada 13 dan 17 Mei. (Sergei Kholodilin/BelTA/Handout via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Rusia telah mencegat dan menghancurkan sedikitnya 3.124 drone Ukraina selama sepekan terakhir. Demikian dilaporkan kantor berita pemerintah RIA, mengutip data dari Kementerian Pertahanan Rusia.

Mengutip Reuters, RIA, setelah mengompilasi data tersebut, menyebut jumlah drone terbanyak yang berhasil ditembak jatuh terjadi pada 13 Mei dan 17 Mei, masing-masing sebanyak 572 unit dan 1.054 unit, sebagian besar di wilayah Rusia bagian Eropa.

Sedikitnya empat orang tewas, termasuk tiga orang di wilayah Moskow, setelah Ukraina melancarkan serangan drone terbesar dalam semalam terhadap ibu kota Rusia dalam lebih dari satu tahun terakhir, kata para pejabat setempat pada Minggu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada Jumat sebelumnya telah bersumpah akan melakukan pembalasan setelah Rusia melancarkan serangan drone dan rudal terberat terhadap Kyiv selama dua hari, sejak perang dimulai lebih dari empat tahun lalu.

Mengonfirmasi serangan tersebut, Zelenskiy mengunggah video di platform X yang memperlihatkan drone sedang terbang, kepulan asap hitam, serta petugas pemadam kebakaran yang berupaya memadamkan api.

“Respons kami terhadap upaya Rusia memperpanjang perang dan serangannya terhadap kota-kota serta komunitas kami sepenuhnya dapat dibenarkan,” kata Zelenskiy.

Baca Juga: Cegah Perang, Kim Jong Un Serukan Penguatan Unit-Unit Garis Depan

Ia menambahkan Ukraina mampu menyerang target yang berjarak lebih dari 500 km (310 mil) dari perbatasan, meski pertahanan udara Rusia di sekitar Moskow tergolong padat.

“Kami dengan jelas mengatakan kepada Rusia: negara mereka harus mengakhiri perang ini,” ujarnya.

Dalam pidato video malam harinya, Zelenskiy mengatakan peningkatan aktivitas militer Ukraina telah menghasilkan “perubahan dalam keseimbangan aksi di garis depan, yang kini terasa nyata.”

“Sebagai contoh, indikator aktivitas hari ini menunjukkan langkah aktif kami lebih besar dibandingkan Rusia. Ini hasil yang sangat signifikan,” katanya tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Staf Umum Militer Ukraina, melalui unggahan di Telegram, menyebut salah satu serangan telah memicu kebakaran di sebuah pabrik di luar Moskow yang terlibat dalam produksi senjata presisi tinggi. Disebutkan pula bahwa sebuah titik komando yang mengawasi penerbangan drone telah diserang di wilayah Donetsk timur Ukraina yang diduduki Rusia.

Kementerian Luar Negeri Rusia menuduh Kyiv menargetkan warga sipil.

“Diiringi lagu-lagu Eurovision, rezim Kyiv yang didanai Uni Eropa kembali melakukan serangan teroris massal,” kata kantor berita TASS mengutip pernyataan juru bicara Kemlu Rusia Maria Zakharova.

Kedua pihak membantah secara sengaja menargetkan warga sipil.

Tonton: China Sebut Kesepakatan Dagang Hasil Kunjungan Trump Masih Tahap Awal

Serangan jarak jauh meningkat

Ukraina dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan serangan drone ke target jauh di dalam wilayah Rusia, dengan tujuan melumpuhkan kilang minyak, depot, serta jaringan pipa, seiring kedua pihak berupaya melemahkan infrastruktur masing-masing.

TASS mengutip Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin yang mengatakan pertahanan udara telah menghancurkan 81 drone yang mengarah ke Moskow sejak tengah malam, yang menjadi serangan terbesar terhadap ibu kota dalam lebih dari satu tahun terakhir.

Sobyanin menyebut 12 orang terluka, sebagian besar di dekat pintu masuk kilang minyak Moskow, sementara tiga rumah mengalami kerusakan. Namun, ia menegaskan teknologi atau fasilitas inti kilang tersebut tidak mengalami kerusakan.

Gubernur wilayah Moskow Andrei Vorobyov mengatakan seorang perempuan tewas setelah sebuah rumah terkena serangan di Khimki, wilayah utara Moskow. Ia menambahkan tim penyelamat masih mencari satu orang lain di bawah puing-puing. Dua pria lainnya tewas di desa Pogorelki, distrik Mytishchi.

Ia juga mengatakan sejumlah gedung apartemen bertingkat dan fasilitas infrastruktur mengalami kerusakan.

Bandara terbesar Rusia, Sheremetyevo di Moskow, menyatakan serpihan drone jatuh di area bandara namun tidak menyebabkan kerusakan.

Tabel: Data Drone Ukraina yang Diklaim Dihancurkan Rusia

Periode/Tanggal Jumlah Drone Dihancurkan Keterangan
1 pekan terakhir 3.124 unit Data kompilasi RIA dari Kemenhan Rusia
13 Mei 2026 572 unit Salah satu hari dengan jumlah tertinggi
17 Mei 2026 1.054 unit Hari tertinggi dalam sepekan
Lokasi dominan - Mayoritas di Rusia bagian Eropa




TERBARU

[X]
×