Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas melemah pada hari ini karena investor melakukan aksi taking profit setelah harga mencapai level tertinggi tujuh minggu pada sesi sebelumnya, sementara pasar menantikan data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai arah suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Senin (10/8/2026) pukul 09.15 WIB, harga emas spot turun 0,5% menjadi US$ 4.322,28 per ons troi. Harga sempat mencapai level tertinggi sejak 17 Juni pada hari Jumat (7/8/2026) setelah data lapangan kerja AS lebih lemah dari perkiraan.
Sejalan, harga emas untuk kontrak berjangka pengiriman Oktoberfest 2026 turun 0,4% menjadi US$ 4.381,6 per ons troi.
"Harga emas bergerak sedikit lebih rendah karena adanya aksi ambil untung setelah kenaikan kuat pekan lalu yang dipicu oleh data NFP (Non-Farm Payrolls). Ini tampak seperti stabilisasi wajar dan bukan perubahan sentimen yang signifikan—saya memperkirakan emas akan tetap tertahan di atas level $4.300 dalam waktu dekat," kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade.
Baca Juga: Bursa Korea Selatan Naik Senin (10/8), Saham Chip Samsung dan SK Hynix Jadi Penopang
Data menunjukkan, ekonomi AS secara tak terduga kehilangan lapangan kerja pada bulan Juli, dan angka penambahan lapangan kerja yang dilaporkan sebelumnya untuk dua bulan sebelumnya direvisi turun secara tajam.
Pasar berjangka kemudian mengubah perkiraan kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) tanggal 15-16 September dari kemungkinan besar terjadi menjadi kemungkinan yang kecil (di bawah 50%).
Lingkungan suku bunga rendah meningkatkan daya tarik emas dibandingkan aset yang menghasilkan pendapatan, karena emas batangan itu sendiri tidak memberikan bunga. Data penting AS yang dijadwalkan rilis pekan ini mencakup Indeks Harga Konsumen (CPI) pada hari Rabu dan Indeks Harga Produsen (PPI) pada hari Kamis.
"Angka yang rendah akan memperkuat alasan untuk mempertahankan suku bunga dan membuka jalan bagi kenaikan lebih lanjut harga emas... Ketidakpastian di Timur Tengah tetap menjadi faktor risiko yang membayangi, karena eskalasi baru yang memicu kenaikan harga minyak dapat dengan cepat menekan harga logam tersebut," ujar Waterer.
Di sisi geopolitik, Iran menyatakan sedang mendekati kesepakatan akhir dengan Oman mengenai penetapan jalur pelayaran baru di antara kedua negara yang melintasi Selat Hormuz, namun menegaskan kembali bahwa AS harus memenuhi sejumlah syarat sebelum jalur perairan strategis tersebut dibuka kembali.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
