Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Ketegangan politik dan militer yang tak kunjung mereda di kawasan Teluk terus menekan aktivitas pelayaran global.
Jumlah kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz dilaporkan anjlok drastis pada akhir pekan lalu seiring berlanjutnya kebuntuan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Melansir Reuters berdasarkan data penyedia analitik maritim Kpler yang dirilis Senin (21/9/2026), hanya ada 12 kapal komoditas yang terpantau melintasi Selat Hormuz sepanjang akhir pekan.
Baca Juga: Badai Demografi Mengancam: Australia Peringatkan Risiko Penuaan Populasi
Angka ini turun signifikan dibandingkan akhir pekan sebelumnya yang mencapai 35 kapal.
Secara kasat mata, lalu lintas komersial di selat yang menjadi jalur distribusi utama bagi seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia tersebut kini menyusut ke titik terendah.
Kendati demikian, sejumlah produsen di Timur Tengah dilaporkan tetap memaksakan ekspor minyak menggunakan kapal tanker yang mematikan alat pemancar sinyal sistem identifikasi otomatis (transponder).
Rincian data sementara dari Kpler mencatat pergerakan kapal yang masih dapat dilacak sebagai berikut:
Aktivitas Hari Minggu: Empat kapal terpantau keluar dari Selat Hormuz, terdiri dari dua tanker pembawa produk minyak olahan, satu kapal kargo curah (bulk carrier) kosong, dan satu kapal pengangkut gas kosong. Di saat bersamaan, dua kapal tanker minyak berukuran kecil bergerak masuk menuju kawasan Teluk.
Baca Juga: Dolar Taiwan Melesat Seri Senin (21/9), Rupiah Justru Jadi Yang Terbelakang di Asia!
Aktivitas Hari Sabtu: Terdapat lima kapal melintas keluar Teluk dengan membawa muatan produk pertanian, gas minyak cair (LPG), serta pupuk. Sementara itu, satu kapal pengangkut gas berukuran sangat besar (very large gas carrier/VLGC) dalam kondisi kosong terpantau masuk ke area tersebut.
Penurunan lalu lintas kapal ini berbanding terbalik dengan kondisi normal sebelum perang meluas pada 28 Februari lalu.
Dalam kondisi stabil, Selat Hormuz rata-rata dilintasi sekitar 125 kapal komersial berukuran besar setiap harinya, mulai dari kapal tanker minyak, pengangkut gas, kapal curah, hingga kapal peti kemas.














