Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas menguat pada perdagangan Rabu (11/3/2026) setelah turunnya harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi global.
Pelaku pasar kini menanti serangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang akan memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral.
Berdasarkan data pasar, harga emas spot naik 0,4% menjadi sekitar US$5.213,99 per ons troi pada pukul 01.09 GMT.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April justru turun 0,4% menjadi sekitar US$5.221,80 per ons troi.
Baca Juga: Inflasi Grosir Jepang Melandai, Lonjakan Harga Minyak Picu Risiko Tekanan Baru
Pergerakan harga emas terjadi di tengah konflik yang masih memanas di Timur Tengah. Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara paling intens terhadap Iran sejak perang dimulai, meskipun pasar global bertaruh konflik tersebut akan segera berakhir.
Perang tersebut juga berdampak besar pada pasar energi global. Konflik telah membuat jalur strategis Strait of Hormuz yang menjadi rute sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia praktis terhenti.
Sejumlah kapal tanker tertahan selama lebih dari sepekan dan beberapa produsen terpaksa menghentikan produksi karena kapasitas penyimpanan penuh.
Militer AS juga menyatakan telah menghancurkan 16 kapal penebar ranjau Iran di sekitar Strait of Hormuz pada Selasa.
Di sisi lain, harga minyak mulai melemah setelah Presiden AS Donald Trump memprediksi konflik dengan Iran dapat segera berakhir.
Selain itu, laporan menyebutkan International Energy Agency (IEA) tengah mengusulkan pelepasan cadangan minyak strategis terbesar dalam sejarah guna menstabilkan pasar energi.
Baca Juga: Survei StanChart: Perusahaan Global Lihat Ruang Besar untuk Pembiayaan Yuan
Pelaku pasar kini fokus pada rilis data inflasi Amerika Serikat. Data indeks harga konsumen (CPI) Februari dijadwalkan rilis pada Rabu, sementara indeks Personal Consumption Expenditures Price (PCE) indikator inflasi favorit bank sentral AS akan diumumkan pada Jumat.
Investor juga memperkirakan bank sentral AS, Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,5%–3,75% pada akhir pertemuan kebijakan dua hari yang berakhir 18 Maret, menurut alat pemantau FedWatch milik CME Group.
Sementara itu, logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan harga. Harga perak spot naik 0,6% menjadi US$88,89 per ons troi.
Harga platinum menguat 1% menjadi US$2.221,48 per ons troi, dan palladium naik 1,5% menjadi US$1.679,73 per ons troi.













