kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Harga Energi Naik Tajam, Indonesia hingga Jepang Tempuh Langkah Darurat


Selasa, 02 Juni 2026 / 19:32 WIB
Harga Energi Naik Tajam, Indonesia hingga Jepang Tempuh Langkah Darurat
ILUSTRASI. Harga Minyak (BBM) (REUTERS/Adriano Machado)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah di berbagai negara mengambil berbagai kebijakan untuk melindungi rumah tangga dan dunia usaha dari lonjakan biaya energi yang dipicu oleh konflik Amerika Serikat (AS)–Israel dengan Iran serta ketegangan di Selat Hormuz.

Mulai dari subsidi, pemotongan pajak, hingga pembatasan konsumsi energi, respons kebijakan dilakukan berbeda-beda di tiap negara sesuai kondisi domestik masing-masing.

Baca Juga: WHO: Kasus Suspek Ebola Turun Jadi 116 Setelah Ratusan Kasus Lain Dikesampingkan

Berikut gambarannya sebagaimana dilansir dari Reuters Selasa (2/6/2026):

Argentina hingga Australia

Argentina menahan sebagian kenaikan pajak bahan bakar, meski tetap menaikkan sebagian tarif dan menunda penyesuaian lanjutan hingga Juni.

Australia melepas cadangan bahan bakar domestik seperti bensin dan solar untuk mengatasi gangguan pasokan, terutama di sektor pertanian, pertambangan, dan logistik pedesaan. Pemerintah juga mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum.

Baca Juga: Gawat, Persediaan Minyak Bisa Mencapai Level Kritis Jelang Musim Panas

Eropa: subsidi dan intervensi pajak

Austria memperkenalkan “petrol price brake” untuk menahan kenaikan harga bahan bakar, meski program tersebut mulai diperkecil.

Uni Eropa memberi ruang lebih besar bagi negara anggota untuk memberikan subsidi kepada perusahaan terdampak, serta mempertimbangkan kewajiban penyimpanan cadangan bahan bakar jet.

Italia memperpanjang pemotongan cukai bahan bakar, dengan fokus lebih besar pada solar.

Spanyol mengusulkan paket kebijakan senilai €5 miliar untuk meredam dampak kenaikan harga energi.

Baca Juga: IMF Soroti Lemahnya Independensi Bank Sentral di Timur Tengah dan Asia Tengah

Asia: dari China hingga Indonesia

China menegaskan penguatan ketahanan energi nasional, termasuk pembatasan ekspor pupuk dan pengaturan kuota urea untuk menjaga pasokan domestik.

India membatasi distribusi LPG untuk industri tertentu serta mendorong penghematan energi dan kerja dari rumah.

Indonesia menerapkan sejumlah kebijakan seperti pembatasan penjualan BBM dan kebijakan work from home untuk aparatur sipil negara. Pemerintah juga mendorong peningkatan produksi batu bara serta menyiapkan implementasi program biodiesel B50 mulai 1 Juli sebagai upaya mengurangi ketergantungan impor energi.

Jepang membuka cadangan minyak, memberikan subsidi bahan bakar, serta meningkatkan penggunaan pembangkit listrik berbasis batubara.

Malaysia menaikkan belanja subsidi BBM dan menekan anggaran operasional kementerian untuk menjaga stabilitas harga energi.

Korea Selatan meningkatkan utilisasi pembangkit nuklir dan batu bara guna mengamankan pasokan listrik.

Baca Juga: Harga Minyak Turun 1%, Pasca Trump Tegaskan Negosiasi dengan Iran Masih Berlangsung

Afrika dan Timur Tengah

Mesir menyesuaikan proyek infrastruktur berbiaya energi tinggi dan memangkas alokasi bahan bakar kendaraan pemerintah.

Nigeria meningkatkan ekspor produk energi ke negara-negara Afrika yang terdampak gangguan pasokan.

Kenya menurunkan harga solar untuk meredam tekanan sosial akibat kenaikan biaya hidup.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Terkoreksi 1%, Pasar Kembali Bertaruh pada Kesepakatan AS-Iran

Amerika dan negara lain

Brasil memperkenalkan subsidi diesel dan LPG serta pemotongan pajak bahan bakar jet.

Pakistan memperkuat kapasitas penyimpanan minyak mentah dan produk olahan untuk meningkatkan ketahanan energi.

Singapura menyiapkan paket dukungan hampir S$1 miliar berupa bantuan tunai dan voucher bahan bakar.

Swedia memangkas pajak bahan bakar dan menyiapkan dukungan untuk sektor transportasi dan penerbangan.

Baca Juga: Manufaktur Asia Tenggara Kembali Menguat, Ditopang Permintaan Domestik

Tren global

Secara umum, banyak negara kini fokus pada tiga strategi utama: subsidi energi, pengurangan pajak, serta peningkatan produksi dan cadangan energi domestik.

Langkah ini diambil untuk meredam dampak inflasi global yang dipicu oleh kenaikan harga minyak dan gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×