kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

Harga Energi Global Melejit: Negara G7 Siapkan Langkah Darurat Redam Dampak


Senin, 30 Maret 2026 / 20:20 WIB
Harga Energi Global Melejit: Negara G7 Siapkan Langkah Darurat Redam Dampak
ILUSTRASI. Harga Minyak Dunia (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga energi global melonjak setelah Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan AS-Israel, memaksa banyak pemerintah negara G7 dan Uni Eropa mencari cara untuk mengurangi dampaknya terhadap perekonomian.

Melansir Reuters, Menteri keuangan dan energi dari negara-negara G7 yakni Amerika Serikat (AS), Kanada, Jepang, Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia dijadwalkan menggelar konferensi telepon pada Senin (30/3/2026) untuk mengoordinasikan langkah-langkah.

Baca Juga: Harga Obligasi Global Anjlok, Kekhawatiran Stagflasi Meluas akibat Perang Iran

Sementara itu, para menteri energi Uni Eropa akan membahas isu ini pada Selasa (31/3/2026).

Pemerintah menghadapi pilihan sulit karena kenaikan harga energi mendorong inflasi dan memperlambat pertumbuhan, sementara penggunaan anggaran publik untuk menahan harga bisa membebani keuangan negara dan mengganggu sinyal pasar yang biasanya mendorong pengurangan permintaan.

Berikut beberapa langkah yang telah diumumkan oleh negara-negara G7:

Baca Juga: Kapal China Akhirnya Melintasi Selat Hormuz, Sempat Putar Balik di Tengah Ketegangan

GLOBAL

Badan Energi Internasional (IEA) setuju untuk melepas 400 juta barel minyak dari cadangan strategis, jumlah terbesar sepanjang sejarah.

Semua 32 negara anggota IEA mendukung langkah ini, yang menjadi pelepasan cadangan keenam sejak pembentukan badan tersebut pada tahun 1970-an.

AS akan memimpin dengan menyumbang 172 juta barel, sementara Kanada akan melepas 23,6 juta barel.

Baca Juga: Trump Kembali Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz atau Infrastruktur Energi Diserang

JERMAN

Berlin memutuskan tidak memberikan subsidi harga, tetapi membatasi volatilitas dengan membolehkan SPBU menaikkan harga hanya sekali sehari pada pukul 12.00 siang waktu setempat (1100 GMT).

SPBU bisa menurunkan harga kapan saja, namun pelanggaran aturan bisa didenda hingga 100.000 euro (sekitar US$108.000).

Baca Juga: Donald Trump Kembali Ancam Iran: Buka Selat Hormuz atau Diserang!

PRANCIS

Pemerintah Prancis memilih langkah dukungan terarah, khusus untuk sektor yang paling membutuhkan, berbeda dengan pembatasan harga energi luas yang membebani anggaran negara pasca-invasi Rusia ke Ukraina 2022.

Untuk bulan April, Prancis mengalokasikan lebih dari 70 juta euro untuk subsidi bahan bakar bagi sektor transportasi, pertanian, dan perikanan, serta memberikan bantuan 150 euro untuk 3,8 juta rumah tangga berpenghasilan rendah guna membantu membayar tagihan energi.

Baca Juga: Rudal Iran Hantam Israel, Houthi Ikut Terjun ke Medan Perang

INGGRIS

Sebagian besar rumah tangga Inggris terlindungi hingga Juli dari dampak langsung kenaikan harga gas untuk pemanas dan listrik melalui tarif yang diatur.

Namun, pemerintah meluncurkan paket 53 juta pound (sekitar US$70 juta) untuk rumah tangga yang menggunakan minyak pemanas.

Menteri Keuangan Rachel Reeves menyatakan bahwa dukungan terarah sedang dipertimbangkan, bukan langkah luas untuk seluruh rumah tangga.

Perdana Menteri Keir Starmer mengatakan pemerintah mempertimbangkan memperluas kewenangan regulator persaingan untuk menindak praktik harga berlebihan dan keuntungan berlebihan akibat lonjakan harga minyak dan bahan bakar.

Baca Juga: Spanyol Resmi Tutup Wilayah Udara untuk Pesawat Militer AS, Tegas Tolak Perang Iran

ITALIA

Pemerintah Italia mengalokasikan 417,4 juta euro (US$480 juta) untuk menurunkan pajak bahan bakar minyak dan diesel hingga 7 April.

Namun, harga belum banyak berubah, dan lobi industri mendorong langkah yang lebih efektif.

Baca Juga: Krisis Energi Sri Lanka: Tarif Listrik Kembali Naik Imbas Perang Iran

JEPANG

Pemerintah Jepang menggunakan 800 miliar yen (US$5,01 miliar) dari dana cadangan untuk subsidi agar harga bensin tetap sekitar 170 yen per liter. Langkah ini diperkirakan menghabiskan hingga 300 miliar yen per bulan.

Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, mengatakan pemerintah siap mengambil semua langkah yang diperlukan di semua lini, meski tidak menanggapi kemungkinan intervensi di pasar berjangka minyak mentah.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×