kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Iran Klaim Serang Markas Armada Kelima AS, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas


Rabu, 03 Juni 2026 / 08:09 WIB
Iran Klaim Serang Markas Armada Kelima AS, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas
ILUSTRASI. Tentara Garda Revolusi Iran (IRGC) (via REUTERS/WANA NEWS AGENCY)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer AS di kawasan Timur Tengah.

Mengutip laporan media Iran pada Rabu (3/6/2026), IRGC menyatakan telah menyerang markas besar Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S. Fifth Fleet), sebuah pangkalan udara, serta sejumlah helikopter militer menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone).

Baca Juga: Mythos, AI Penemu Celah Keamanan Siber yang Memikat Dunia, Bagaimana Indonesia?

Serangan tersebut disebut sebagai respons atas dugaan serangan Amerika Serikat terhadap menara komunikasi di selatan Pulau Qeshm, Iran.

Selain itu, IRGC Angkatan Laut juga mengaku menargetkan sebuah kapal yang diidentifikasi sebagai Panaya dengan rudal.

Iran menyatakan aksi tersebut merupakan balasan atas dugaan serangan AS terhadap sebuah kapal tanker Iran di dekat Selat Hormuz yang diklaim menyebabkan kerusakan pada ruang mesin kapal.

Dalam pernyataannya yang dikutip media lokal, IRGC memperingatkan bahwa setiap upaya mengganggu keamanan Selat Hormuz akan menimbulkan konsekuensi besar bagi militer Amerika Serikat.

"Mengganggu keamanan Selat Hormuz akan membawa harga yang mahal bagi militer AS," demikian pernyataan IRGC.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi maupun tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait klaim serangan yang disampaikan Iran tersebut.

Baca Juga: Kevin Warsh Berjanji Ikuti Tradisi Terbaik The Fed, Sambil Mencari Perubahan

Perkembangan terbaru ini menambah ketidakpastian di kawasan Teluk dan meningkatkan kekhawatiran pasar global terhadap potensi gangguan pasokan energi.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Pelaku pasar kini mencermati dampak eskalasi konflik terhadap arus distribusi energi global, mengingat kawasan tersebut menjadi salah satu titik paling penting dalam rantai pasok minyak dunia.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×