Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melontarkan ancaman untuk menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Ancaman ini mencuat menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyerukan rakyat Iran untuk terus melakukan aksi protes, memicu kekhawatiran eskalasi konflik di wilayah yang menjadi pusat jaringan pangkalan militer strategis Washington.
Baca Juga: Trump: NATO Akan Lebih Tangguh Jika Greenland Dikendalikan Amerika Serikat
Berikut ini adalah sejumlah pangkalan militer utama di Timur Tengah.
Bahrain
Bahrain menjadi lokasi markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S. Navy’s Fifth Fleet). Wilayah tanggung jawab armada ini mencakup Teluk Persia, Laut Merah, Laut Arab, serta sebagian Samudra Hindia.
Qatar
Pangkalan Udara Al Udeid seluas 24 hektare (59 acre), yang terletak di kawasan gurun di luar ibu kota Doha, merupakan markas depan Komando Pusat Amerika Serikat (U.S. Central Command/ CENTCOM). Komando ini mengendalikan operasi militer AS di wilayah yang sangat luas, mulai dari Mesir di barat hingga Kazakhstan di timur.
Sebagai pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah, Al Udeid menampung sekitar 10.000 personel militer. Pada Januari lalu, CENTCOM menyatakan bahwa bersama mitra regional, mereka membuka sel koordinasi baru bernama MEAD-CDOC di Al Udeid untuk memperkuat sistem pertahanan udara dan rudal terintegrasi. Sel ini bertujuan meningkatkan koordinasi serta pembagian tanggung jawab pertahanan udara dan rudal di kawasan Timur Tengah.
Kuwait
Kuwait menjadi lokasi sejumlah instalasi militer besar Amerika Serikat, termasuk Camp Arifjan, yang berfungsi sebagai markas depan Angkatan Darat AS untuk kawasan Tengah (U.S. Army Central).
Selain itu, terdapat Pangkalan Udara Ali Al Salem, yang berjarak sekitar 40 kilometer dari perbatasan Irak dan dikenal dengan julukan “The Rock” karena lokasinya yang terpencil dan lingkungannya yang keras.
Camp Buehring, yang didirikan saat Perang Irak 2003, berperan sebagai titik transit bagi unit Angkatan Darat AS yang dikerahkan ke Irak dan Suriah, sebagaimana tercantum dalam situs resmi Angkatan Darat AS.
Baca Juga: Dampak Blokade Trump: Impor Minyak China dari Venezuela Anjlok 75%
Uni Emirat Arab
Pangkalan Udara Al Dhafra, yang terletak di selatan ibu kota Abu Dhabi dan digunakan bersama Angkatan Udara Uni Emirat Arab, merupakan pusat penting Angkatan Udara AS.
Pangkalan ini mendukung berbagai misi utama, termasuk operasi melawan kelompok Islamic State (ISIS) serta misi pengintaian di kawasan, menurut Komando Pusat Angkatan Udara AS.
Sementara itu, Pelabuhan Jebel Ali di Dubai, meskipun bukan pangkalan militer resmi, merupakan pelabuhan persinggahan terbesar Angkatan Laut AS di Timur Tengah dan secara rutin menjadi tempat sandar kapal induk AS serta kapal perang lainnya.
Irak
Amerika Serikat mempertahankan kehadiran militernya di Pangkalan Udara Ain Al Asad di Provinsi Anbar bagian barat. Pangkalan ini mendukung pasukan keamanan Irak dan berkontribusi dalam misi NATO, menurut keterangan Gedung Putih.
Pada 2020, pangkalan tersebut menjadi sasaran serangan rudal Iran sebagai balasan atas pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani oleh AS.
Di wilayah semi-otonom Kurdistan Irak utara, Pangkalan Udara Erbil berfungsi sebagai pusat kegiatan pasukan AS dan koalisi untuk latihan militer dan simulasi pertempuran.
Berdasarkan laporan Library of Congress tahun 2024, pangkalan ini mendukung upaya militer AS melalui penyediaan lokasi aman untuk pelatihan, berbagi intelijen, serta koordinasi logistik di Irak utara.
Baca Juga: Di Balik Ancaman Trump, Ini Harta Karun Mineral Greenland yang Diperebutkan Dunia
Arab Saudi
Pasukan Amerika Serikat di Arab Saudi, yang jumlahnya mencapai 2.321 personel pada 2024 menurut surat resmi Gedung Putih, beroperasi dalam koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi. Mereka menyediakan kemampuan pertahanan udara dan rudal, serta mendukung pengoperasian pesawat militer AS.
Sebagian pasukan ditempatkan sekitar 60 kilometer di selatan Riyadh, tepatnya di Pangkalan Udara Prince Sultan, yang mendukung aset pertahanan udara Angkatan Darat AS, termasuk sistem rudal Patriot dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).
Yordania
Pangkalan Udara Muwaffaq al Salti, yang berlokasi di Azraq sekitar 100 kilometer di timur laut ibu kota Amman, menjadi markas 332nd Air Expeditionary Wing dari U.S. Air Forces Central. Menurut Library of Congress, satuan ini menjalankan berbagai misi di kawasan Levant.
Turki
Turki dan Amerika Serikat mengelola secara bersama Pangkalan Udara Incirlik di Provinsi Adana, Turki selatan. Pangkalan ini menyimpan hulu ledak nuklir AS dan telah digunakan untuk mendukung koalisi internasional dalam memerangi ISIS di Suriah dan Irak.
Incirlik juga menjadi lokasi penempatan sekitar 1.465 personel militer Amerika Serikat di Turki.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
