Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Menteri luar negeri Denmark dan Greenland dijadwalkan bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance serta Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Rabu (14/1/2026), di tengah meningkatnya ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih Greenland.
Wilayah otonom Denmark tersebut dipandang strategis bagi AS, tidak hanya karena lokasinya di kawasan Arktik, tetapi juga karena kekayaan sumber daya mineralnya yang besar.
Survei pada 2023 menunjukkan, 25 dari 34 mineral yang dikategorikan sebagai “bahan baku kritis” oleh Komisi Eropa ditemukan di Greenland.
Baca Juga: Korban Tewas Aksi Protes Iran Tembus 2.571 Orang, Trump Klaim Bantuan Sedang Datang
Meski demikian, eksploitasi minyak dan gas alam dilarang di Greenland demi alasan lingkungan.
Sementara itu, pengembangan sektor pertambangan masih terhambat oleh regulasi yang ketat serta penolakan dari masyarakat adat.
Berikut gambaran deposit mineral utama Greenland, berdasarkan data Otoritas Sumber Daya Mineral Greenland:
Logam Tanah Jarang (Rare Earth Elements/REE)
Tiga deposit terbesar berada di wilayah selatan Provinsi Gardar.
Beberapa perusahaan yang terlibat antara lain Critical Metals Corp (deposit Tanbreez), Energy Transition Minerals (proyek Kuannersuit yang terhenti akibat sengketa hukum), serta Neo Performance Materials.
Logam tanah jarang merupakan komponen kunci magnet permanen untuk kendaraan listrik (EV) dan turbin angin.
Baca Juga: Sembilan Bayi Meninggal, Rusia Tahan Dokter Kepala RS Bersalin di Siberia
Grafit
Endapan grafit dan batuan grafit tersebar di berbagai lokasi. Perusahaan GreenRoc telah mengajukan izin eksploitasi untuk proyek grafit Amitsoq.
Grafit alami banyak digunakan dalam baterai kendaraan listrik dan industri baja.
Tembaga
Sebagian besar deposit tembaga baru dieksplorasi secara terbatas.
Wilayah timur laut dan tengah-timur Greenland dinilai paling prospektif.
Perusahaan 80 Mile yang terdaftar di London tengah mengembangkan deposit Disko–Nuussuaq, yang juga mengandung nikel, platinum, dan kobalt.
Baca Juga: Bursa Jepang Ditutup Cetak Rekor Rabu (14/1), Yen Tertekan Isu Stimulus Fiskal
Nikel
Jejak endapan nikel cukup melimpah.
Perusahaan tambang global Anglo American memperoleh izin eksplorasi di Greenland barat sejak 2019, termasuk untuk pencarian nikel.
Seng
Seng terutama ditemukan di wilayah utara, dalam formasi geologi yang membentang lebih dari 2.500 kilometer.
Proyek Citronen Fjord, yang mengandung seng dan timbal, pernah digadang-gadang sebagai salah satu cadangan seng terbesar yang belum dikembangkan di dunia.
Baca Juga: Bursa Korea Selatan Ditutup Cetak Rekor Rabu (14/1), Didorong Chip dan Otomotif
Emas
Wilayah paling prospektif untuk emas berada di sekitar Sermiligaarsuk Fjord di selatan.
Perusahaan Amaroq Minerals mulai mengoperasikan tambang emas Nalunaq di wilayah Kujalleq pada tahun lalu.
Berlian
Sebagian besar berlian kecil dan batu terbesar ditemukan di wilayah barat Greenland, meskipun indikasi keberadaan berlian juga ditemukan di kawasan lain.
Bijih Besi
Deposit bijih besi terdapat di Isua (barat daya), Itilliarsuk (barat tengah), serta di wilayah barat laut sepanjang Lauge Koch Kyst.
Baca Juga: Harga Emas Dekati Rekor Tertinggi, Didorong Spekulasi Penurunan Suku Bunga The Fed
Titanium dan Vanadium
Endapan titanium dan vanadium ditemukan di wilayah barat daya, timur, dan selatan.
Titanium digunakan untuk keperluan komersial, medis, dan industri, sementara vanadium terutama dipakai dalam pembuatan baja paduan khusus serta sebagai katalis industri kimia.
Tungsten
Mineral ini banyak ditemukan di wilayah tengah-timur dan timur laut Greenland, dengan deposit yang telah dinilai juga terdapat di bagian selatan dan barat.
Tungsten digunakan dalam berbagai aplikasi industri.
Uranium
Pada 2021, partai berhaluan kiri Inuit Ataqatigiit yang saat itu berkuasa melarang penambangan uranium.
Kebijakan ini secara efektif menghentikan pengembangan proyek Kuannersuit, yang memiliki uranium sebagai produk sampingan dari penambangan logam tanah jarang.













