kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Bursa Jepang Ditutup Cetak Rekor Rabu (14/1), Yen Tertekan Isu Stimulus Fiskal


Rabu, 14 Januari 2026 / 14:17 WIB
Bursa Jepang Ditutup Cetak Rekor Rabu (14/1), Yen Tertekan Isu Stimulus Fiskal
ILUSTRASI. Bursa Asia (REUTERS/Issei Kato)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Jepang ditutup pada level tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Rabu (14/1/2026).

Sementara itu, nilai tukar yen dan pasar obligasi kembali melemah seiring spekulasi pasar terkait kemungkinan pemilu dadakan yang dapat membuka jalan bagi stimulus fiskal lebih besar.

Pelemahan yen yang tajam sejak pekan lalu menjadi sentimen positif bagi pasar saham Jepang.

Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memicu spekulasi bahwa Bank of Japan (BOJ) dapat mempercepat kenaikan suku bunga untuk menahan depresiasi mata uang.

Baca Juga: Bursa Korea Selatan Ditutup Cetak Rekor Rabu (14/1), Didorong Chip dan Otomotif

Melansir Reuters, indeks Nikkei 225 melonjak 1,48% ke level 54.341,23, sedangkan indeks yang lebih luas Topix naik 1,26% ke 3.644,16. Kedua indeks tersebut sama-sama mencatatkan rekor penutupan tertinggi.

Nilai tukar yen Jepang melemah ke posisi terendah dalam 18 bulan terhadap dolar AS dan bergerak mendekati level yang selama ini dipersepsikan pasar sebagai titik potensi intervensi pemerintah.

“Pelemahan yen meningkatkan spekulasi bahwa BOJ harus menaikkan suku bunga dengan laju yang lebih cepat,” ujar Takashi Fujiwara, Chief Fund Manager divisi investasi pendapatan tetap di Resona Asset Management.

Optimisme pasar yang dikenal sebagai “Takaichi rally” kembali menguat sejak Selasa (13/1), setelah laporan media menyebutkan Perdana Menteri Sanae Takaichi berpeluang membubarkan parlemen bulan ini dan menggelar pemilihan umum pada Februari mendatang.

Baca Juga: Vietnam Akan Terapkan Kebijakan Pajak untuk Mengatasi Spekulasi di Pasar Properti

Di pasar obligasi, aksi jual Japanese Government Bonds (JGB) berlanjut untuk hari kedua di seluruh tenor.

Tekanan terjadi meski biasanya spekulasi terkait pemerintahan Takaichi mendorong pembelian obligasi jangka pendek karena kebijakannya yang cenderung mendukung pelonggaran moneter.

Imbal hasil obligasi pemerintah tenor lima tahun naik ke level tertinggi sepanjang sejarah di 1,615%, setelah lelang obligasi dengan tenor yang sama mencatatkan permintaan yang lemah.

“Dengan laporan tentang pemilu dadakan bulan depan, pasar kini memperkirakan BOJ bisa mulai menaikkan suku bunga paling cepat April, dan berpotensi disusul pada Oktober dan Maret,” kata Fujiwara.

Sementara itu, imbal hasil obligasi 10 tahun naik 2 basis poin ke 2,185%, level tertinggi sejak Februari 1999. Harga obligasi bergerak berlawanan arah dengan imbal hasil.

Baca Juga: Ini Tiga Aset Safe Haven di Tengah Meningkatnya Ketegangan Geopolitik Global

Di pasar saham, sektor teknologi menjadi penopang utama. Saham produsen peralatan pengujian chip Advantest melonjak 4,89%, sementara Tokyo Electron, produsen peralatan manufaktur semikonduktor, naik 3,12%.

Sebaliknya, saham Dentsu Group anjlok 11,29% setelah Financial Times melaporkan bahwa rencana perusahaan periklanan tersebut untuk menjual unit bisnis internasionalnya mendekati kegagalan.

Selanjutnya: Ada Libur Isra Miraj, OYO Bagikan Diskon Hingga 26%

Menarik Dibaca: Ada Libur Isra Miraj, OYO Bagikan Diskon Hingga 26%


Video Terkait



TERBARU

[X]
×