kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Harga Emas Dekati Rekor Tertinggi, Didorong Spekulasi Penurunan Suku Bunga The Fed


Rabu, 14 Januari 2026 / 11:43 WIB
Harga Emas Dekati Rekor Tertinggi, Didorong Spekulasi Penurunan Suku Bunga The Fed
ILUSTRASI. Emas spot US$ 4.627,95 per ons troi. (REUTERS/Hiba Kola)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas naik pada Rabu (14/1/2026) mendekati level rekor yang ditetapkan pada sesi sebelumnya, karena angka inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat spekulasi tentang penurunan suku bunga di tengah ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,9% menjadi US$ 4.627,95 per ons troi pada pukul 04.06 GMT, setelah mencapai rekor tertinggi US$ 4.634,33 pada hari Selasa. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari naik 0,8% menjadi US$ 4.635,60.

"Data menunjukkan tren positif, tingkat inflasi lebih rendah, tingkat pengangguran juga lebih rendah di AS, jadi ini adalah indikator yang semakin mendorong kenaikan harga logam mulia," kata direktur pelaksana GoldSilver Central, Brian Lan.

Indeks Harga Konsumen inti AS naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan pada bulan Desember, kurang dari ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan masing-masing sebesar 0,3% dan 2,7%.

Baca Juga: Ini Tiga Aset Safe Haven di Tengah Meningkatnya Ketegangan Geopolitik Global

Presiden AS Donald Trump menyambut baik angka inflasi tersebut, mengulangi dorongannya agar Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memangkas suku bunga secara signifikan.

Para kepala bank sentral global dan CEO bank-bank besar Wall Street mendukung Powell pada hari Selasa setelah berita tentang keputusan pemerintahan Trump untuk menyelidikinya menuai kecaman dari mantan kepala Fed juga.

Para analis mengatakan kekhawatiran seputar independensi Fed dan kepercayaan pada aset AS menambah permintaan akan logam mulia sebagai aset safe-haven.

Investor memperkirakan dua kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun ini, dengan penurunan paling awal pada bulan Juni.

Baca Juga: China Catat Surplus Perdagangan Pecahkan Rekor pada 2025, Meski Ada Tarif Trump

Sementara itu, Trump mendesak warga Iran untuk terus berdemonstrasi, dengan mengatakan 'bantuan sedang dalam perjalanan', saat Iran menyaksikan demonstrasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×