Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Otoritas Rusia menahan dokter kepala dan pejabat sementara kepala unit perawatan intensif (ICU) di sebuah rumah sakit bersalin di Siberia menyusul kematian sembilan bayi yang baru lahir.
Penahanan dilakukan setelah penyelidikan awal menemukan dugaan kelalaian medis.
Komite Investigasi Rusia, lembaga negara yang menangani kasus pidana berat, menyatakan kedua dokter tersebut diduga menyebabkan kematian akibat kelalaian dalam menjalankan tugas profesionalnya.
Baca Juga: Trump ke Putin: Kapal Selam Nuklir Terhebat AS Siaga Tepat di Lepas Pantai Rusia!
Hingga kini, pihak berwenang belum dapat menghubungi para dokter maupun kuasa hukumnya.
Menurut Komite Investigasi, sembilan bayi yang meninggal dunia lahir dalam rentang waktu 1 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026. Kematian tersebut diduga terjadi akibat buruknya pengelolaan dan pemberian layanan medis di rumah sakit tersebut.
“Akibat pelaksanaan tugas resmi dan profesional yang tidak semestinya dalam penyelenggaraan perawatan medis, sembilan bayi baru lahir meninggal dunia,” kata Komite Investigasi Rusia dalam pernyataan resminya.
Kasus ini memicu kemarahan luas di Rusia dan menjadi sorotan media pemerintah maupun independen.
Baca Juga: Rusia Serang Ukraina dengan Seragan Udara Terbesar Dalam Sejarah Perang
Sejumlah politisi, pengamat, hingga warga biasa mempertanyakan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di tengah upaya pemerintah meningkatkan angka kelahiran nasional.
Isu demografi merupakan salah satu prioritas Presiden Vladimir Putin, namun tragedi ini dinilai memperlihatkan tantangan serius dalam sistem kesehatan Rusia, khususnya di wilayah terpencil seperti Siberia.













