Sumber: Sky Sports,Reuters | Editor: Syamsul Azhar
KONTAN.CO.ID - JAKARTA — Klub raksasa Liga Inggris, Chelsea FC, dijatuhi denda rekor £10,75 juta atau sekitar Rp 215 miliar oleh Premier League setelah terbukti melakukan pelanggaran aturan keuangan selama era kepemilikan Roman Abramovich.
Mengutip Reuters, Selain denda, klub asal London Utara itu juga menerima larangan transfer pemain tim utama selama satu tahun yang ditangguhkan serta larangan merekrut pemain akademi selama sembilan bulan.
Sanksi ini menjadi denda terbesar sepanjang sejarah Premier League, menandai salah satu kasus finansial paling serius yang pernah menimpa klub elite Inggris.
Skandal Transfer
Investigasi liga menemukan bahwa antara 2011 hingga 2018, Chelsea melakukan sejumlah pembayaran yang tidak dilaporkan kepada agen, perantara tidak berlisensi, serta pihak ketiga yang terkait dengan transfer pemain.
Transaksi tersebut tidak dimasukkan dalam laporan keuangan resmi klub kepada otoritas sepak bola.
Baca Juga: Chelsea Didenda Rp 204 Miliar, Larangan Transfer Pemain Utama Satu Tahun
Beberapa transfer besar yang disebut dalam penyelidikan antara lain melibatkan pemain bintang seperti:
- Eden Hazard – didatangkan dari Lille pada 2012 dengan nilai sekitar £32 juta
- Willian – dibeli dari Anzhi Makhachkala pada 2013 sekitar £30 juta
- Samuel Eto'o – bergabung pada 2013
Mengutip The Times, Sebagian pembayaran dalam transfer tersebut diduga dialirkan melalui perusahaan luar negeri (offshore) yang terkait dengan jaringan bisnis Abramovich.
Skema seperti ini berpotensi membuat biaya transfer terlihat lebih kecil di laporan resmi sehingga dapat memengaruhi kepatuhan klub terhadap aturan keuangan sepak bola seperti Financial Fair Play (FFP).
Baca Juga: Hasil Liga Inggris: Liverpool Tumbang, MU dan Chelsea Kalah, City Menang Besar
Nilai Klub Chelsea
Kasus ini menjadi sorotan karena Chelsea termasuk salah satu klub paling bernilai tinggi di dunia sepak bola.
Pada 2022, klub ini dijual kepada konsorsium Todd Boehly dan perusahaan investasi Clearlake Capital dengan nilai sekitar £4,25 miliar (sekitar Rp 85 triliun).
Sejak diambil alih pemilik baru, Chelsea juga dikenal sangat agresif di pasar transfer.
Dalam beberapa musim terakhir, klub ini menggelontorkan lebih dari € 1 miliar untuk membeli pemain baru, termasuk:
- Enzo Fernández – sekitar € 121 juta
- Moisés Caicedo – sekitar € 115 juta
- Mykhailo Mudryk – sekitar € 70 juta
Angka tersebut menjadikan Chelsea salah satu klub dengan belanja pemain terbesar di dunia dalam tiga tahun terakhir.
Baca Juga: Chelsea Incar Kobbie Mainoo, Raheem Sterling Berpotensi Dilepas pada Januari 2026
Tidak Mengurangi Poin?
Meski pelanggaran dinilai serius, Premier League tidak menjatuhkan hukuman pengurangan poin. Saat ini Chelsea mengoleksi 48 poin di klasmen sementara Liga Primer Inggris, di peringkat enam, satu poin di Bawah Liverpool. Sementara pemuncak klasmen adalah Arsenal dengan 70 poin, disusul Manchaster City 61 poin dan Manchaster United di peringkat tiga dengan 51 poin.
Hal ini karena: pertama, pelanggaran terjadi sebelum kepemilikan baru pada 2022. Kedua, Manajemen baru secara sukarela melaporkan pelanggaran tersebut
Ketiga, Klub bekerja sama penuh dengan tim investigasi liga.
Reuters menyebut, faktor-faktor ini dianggap sebagai mitigating factors yang meringankan hukuman. Namun, larangan transfer yang dijatuhkan akan langsung berlaku jika Chelsea kembali melanggar aturan dalam dua tahun ke depan.
Masalah hukum Chelsea belum sepenuhnya selesai.
Sementara Sky News melaporkan, The Football Association juga masih memproses 74 tuduhan pelanggaran terkait pembayaran agen, investasi pihak ketiga dalam pemain, dan transaksi yang terjadi antara 2009 hingga 2022.
Jika tuduhan tersebut terbukti, sanksi tambahan masih mungkin dijatuhkan.
Kasus ini memicu perdebatan besar di kalangan penggemar dan rival klub.
Sebagian suporter Chelsea lega karena klub mereka terhindar dari pengurangan poin, yang bisa berdampak langsung pada posisi di klasemen.
Baca Juga: Legenda MU Wayne Rooney Nilai Rosenior Layak Jadi Pelatih Chelsea
Namun, banyak rival mempertanyakan konsistensi Premier League dalam menghukum pelanggaran finansial, terutama jika dibandingkan dengan kasus yang menimpa klub lain.
Denda £10,75 juta mungkin terlihat kecil dibandingkan nilai klub Chelsea yang mencapai miliaran pound. Namun kasus ini menegaskan satu hal: transparansi keuangan kini menjadi isu paling sensitif dalam sepak bola modern.
Dengan nilai transfer pemain yang semakin fantastis dan bisnis sepak bola yang semakin besar, otoritas liga kini semakin ketat mengawasi setiap transaksi klub elite.
Bagi Chelsea, hukuman ini mungkin baru bab awal dari rangkaian proses hukum yang masih berjalan.













