Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah mempertimbangkan rencana besar untuk membeli Kepulauan Chagos langsung dari Mauritius.
Kabar mengejutkan ini pertama kali dirlis oleh surat kabar The Telegraph pada hari Minggu (7/6/2026).
Baca Juga: Rudal Iran Hantam Israel, Trump Turun Tangan Minta Netanyahu Tahan Diri
Menurut laporan tersebut, sejumlah pejabat tinggi Gedung Putih telah menyusun draf proposal strategis untuk melompati (bypass) Inggris.
Langkah ini diambil agar AS bisa melakukan negosiasi sepihak secara langsung dengan pihak Mauritius demi mengamankan kendali penuh atas atol Diego Garcia.
Rencana pembelian ini merupakan satu dari beberapa opsi alternatif yang sedang digodok oleh pemerintahan Donald Trump.
Draf kebijakan tersebut sengaja dirancang sebagai respons untuk mencegah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyerahkan kedaulatan kepulauan di Samudra Hindia itu kepada Mauritius.
"Presiden Trump sangat konsisten pada posisinya bahwa Inggris tidak boleh 'menyerahkan begitu saja' Wilayah Samudra Hindia Britania (BIOT). Wilayah tersebut mencakup fasilitas militer gabungan AS-Inggris yang berada di atol Diego Garcia," ungkap seorang pejabat internal AS kepada Reuters.
"Lokasi strategis Diego Garcia di Samudra Hindia menjadikannya instalasi militer yang vital, sangat diperlukan, dan memiliki urgensi signifikan bagi keamanan nasional Amerika Serikat," tambah pejabat tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa AS terus menjalin diskusi reguler dengan London guna memastikan keberlanjutan pulau tersebut sebagai platform keamanan regional.
Baca Juga: Xi Jinping Kunjungi Pyongyang: Kim Jong Un Tampil Percaya Diri dengan Sokongan Rusia
Intervensi Trump dan Penundaan Perjanjian Inggris
Sebelumnya pada bulan April lalu, Pemerintah Inggris memutuskan untuk menangguhkan sementara draf perjanjian penyerahan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius.
Penundaan ini terjadi setelah kesepakatan tersebut mendapat kritik keras dari Presiden AS Donald Trump.
Pada Februari lalu, Trump secara blak-blakan menyebut keputusan Inggris untuk melepas pulau tersebut sebagai sebuah "kesalahan besar".
Merespons draf alternatif yang disusun oleh pihak Gedung Putih, juru bicara Pemerintah Inggris langsung memberikan klarifikasi mengenai posisi London dalam sengketa wilayah ini.
Baca Juga: Tolak Cairkan Aset Iran, Trump: Kesepakatan Damai Harus Tercapai Lebih Dulu!
"Pemerintah (saat ini) mewarisi situasi di mana kendali Inggris atas pangkalan militer di Diego Garcia berada di bawah ancaman hukum internasional. Tindakan cepat memang diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional Inggris serta mencegah musuh-musuh kita mendapatkan pijakan di lokasi yang sangat strategis tersebut," ujar juru bicara Pemerintah Inggris.
"Diego Garcia adalah aset militer strategis utama bagi Inggris dan AS, yang telah melindungi keamanan bersama kita selama hampir 60 tahun," tambah juru bicara tersebut.
"Mempertahankan kontrol operasional jangka panjang dan keamanan Diego Garcia adalah fondasi utama dari keseluruhan draf perjanjian Inggris-Mauritius. Perjanjian ini lahir dari kesadaran bersama antara Inggris dan AS terhadap risiko jangka panjang yang nyata terhadap pangkalan tersebut."













