kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

AS Untung Besar: Jual Minyak Venezuela 30% Lebih Mahal dari Maduro


Jumat, 16 Januari 2026 / 06:10 WIB
AS Untung Besar: Jual Minyak Venezuela 30% Lebih Mahal dari Maduro
ILUSTRASI. Amerika Serikat (AS) berhasil menjual minyak mentah Venezuela 30% lebih mahal daripada harga yang didapat Maduro.(REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan bahwa AS mendapatkan harga 30% lebih tinggi untuk minyak mentah Venezuela daripada yang didapatkan Venezuela sebelum pasukan khusus AS menangkap Presiden Nicolas Maduro bulan ini.

"Kami mendapatkan harga jual sekitar 30% lebih tinggi ketika kami menjual barel minyak yang sama daripada yang mereka jual barel minyak yang sama tiga minggu lalu," kata Wright pada acara Asosiasi Energi AS seperti dilansir Reuters, Jumat (16/1/2026). 

Wright tidak merinci harga penjualan minyak sebelum dan sesudah penggulingan Maduro. AS telah menyelesaikan penjualan pertama minyak Venezuela yang merupakan bagian dari kesepakatan senilai US$ 2 miliar yang dicapai bulan ini antara Caracas dan Washington, kata seorang pejabat AS kepada Reuters pada hari Rabu. 

Baca Juga: AS dan Taiwan Capai Kesepakatan Perdagangan, Fokus pada Semikonduktor

Penjualan pertama bernilai US$ 500 juta. Penjualan tambahan diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa hari dan minggu mendatang, kata pejabat tersebut.

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengatakan akan menjual hingga 50 juta barel minyak Venezuela yang terperangkap dan akan terus menjual minyak Venezuela yang diproduksi tanpa batas waktu.

Pada bulan Desember, pembeli minyak di Asia menuntut diskon besar untuk minyak mentah Venezuela karena banyaknya minyak yang dikenai sanksi dari Rusia dan Iran yang ditawarkan dan karena meningkatnya risiko pemuatan di negara Amerika Selatan tersebut, kata para pedagang. 

Akibat masalah kualitas minyak dan sanksi AS, perusahaan minyak negara PDVSA terpaksa memangkas harga, dengan diskon terhadap patokan minyak mentah Brent sekitar dua kali lipat dari tahun lalu. 

Baca Juga: Beijing Setop Produk Keamanan Siber AS–Israel

Dengan pasokan Rusia dan Iran juga dijual dengan diskon besar, pembeli di China hampir tidak tertarik pada penawaran minyak mentah berat Merey andalan Venezuela seharga $14 per barel di bawah Brent, kata seorang pedagang yang terlibat dalam penjualan ke kilang independen China pada bulan Desember. 

Minggu ini, minyak mentah berat Venezuela Merey-16 ditawarkan untuk pengiriman ke Pantai Teluk AS dengan diskon sekitar US$ 6 terhadap harga berjangka minyak mentah Brent, kata seorang pedagang pada hari Rabu.

Sementara Western Canadian Select di Houston ditutup dengan diskon sekitar US$ 12,50 terhadap Brent pada hari Selasa.

Selanjutnya: Saham Emiten-Emiten Terafiliasi Boy Thohir Menghijau di Awal Tahun 2026

Menarik Dibaca: 15 Sarapan Sehat untuk Diet agar Berat Badan Turun, Konsumsi yuk!


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×