kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.896   2,00   0,01%
  • IDX 8.020   2,72   0,03%
  • KOMPAS100 1.126   0,77   0,07%
  • LQ45 815   2,67   0,33%
  • ISSI 286   -0,24   -0,08%
  • IDX30 431   1,73   0,40%
  • IDXHIDIV20 523   5,56   1,07%
  • IDX80 126   0,23   0,19%
  • IDXV30 142   1,55   1,10%
  • IDXQ30 138   0,75   0,54%

Konflik Timur Tengah Hantam Saham Penerbangan, Permintaan Maskapai Asia Meledak


Selasa, 03 Maret 2026 / 09:56 WIB
Konflik Timur Tengah Hantam Saham Penerbangan, Permintaan Maskapai Asia Meledak


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Saham maskapai Asia tetap berada di bawah tekanan pada Selasa (3/3/2026) seiring eskalasi perang AS-Israel melawan Iran.

Sementara lonjakan harga minyak meningkatkan kekhawatiran biaya bahan bakar.

Harga minyak yang melonjak di tengah konflik meningkatkan risiko kenaikan biaya avtur dan dapat menggerus profitabilitas industri penerbangan.

Baca Juga: Donald Trump Berupaya Benarkan Perang Iran, Tujuan Operasi Dinilai Berubah-ubah

Saham Maskapai Melemah

CEO Qantas Airways Vanessa Hudson mengatakan, perusahaan memiliki lindung nilai (hedging) bahan bakar yang “cukup baik”, namun lonjakan harga minyak tetap berdampak signifikan bagi industri. Saham Qantas turun hingga 3,9% untuk hari kedua berturut-turut.

CFO Japan Airlines Yuji Saito menyatakan, maskapai akan menyesuaikan fuel surcharge untuk penerbangan internasional, meski belum merinci waktunya. Saham Japan Airlines turun 3,5% pada perdagangan awal.

Korean Air anjlok hampir 8% setelah perdagangan dibuka kembali usai libur nasional. Saham Cathay Pacific turun lebih dari 2%.

Maskapai besar China seperti Air China, China Eastern Airlines, dan China Southern Airlines masing-masing turun 3%–5% di bursa Hong Kong dan Shanghai.

CEO Macquarie Group Shemara Wikramanayake mengatakan, konflik ini kemungkinan memengaruhi ketersediaan dan harga minyak secara global.

Baca Juga: Benjamin Netanyahu: Perang AS-Israel Lawan Iran Tak Akan Berlarut

Hub Teluk Tutup, Penumpang Terlantar

Sejumlah pusat penerbangan utama di Teluk, termasuk Dubai bandara internasional tersibuk di dunia untuk lalu lintas internasional tetap ditutup untuk hari keempat.

Penutupan ini menyebabkan puluhan ribu penumpang terlantar dan menjadi ujian terbesar bagi industri penerbangan sejak pandemi COVID-19.

Maskapai Asia Kebanjiran Permintaan

Baca Juga: KOSPI Korsel Anjlok 2% Selasa (3/3), Saat Perang Timur Tengah Bayangi Data Ekonomi

Di tengah gangguan maskapai Timur Tengah, maskapai Asia justru mengalami lonjakan pemesanan dan kenaikan harga tiket.

Pengecekan Reuters menunjukkan:

  • Penerbangan Hong Kong–London milik Cathay Pacific tidak memiliki kursi kelas ekonomi hingga 11 Maret, dengan harga sekali jalan mencapai HK$21.158 sebelum kembali normal di akhir bulan.
  • Qantas tidak menawarkan tiket ekonomi rute Sydney–London via Perth atau Singapura hingga 17 Maret, dengan harga sekali jalan sekitar A$3.129. Opsi lebih awal tersedia melalui rute tidak biasa seperti Los Angeles atau Johannesburg dengan harga tinggi.
  • Maskapai China mencatat lonjakan tajam harga rute China–Inggris. Tiket pulang-pergi ekonomi yang biasanya di bawah 10.000 yuan kini melonjak drastis. Air China hanya menawarkan kelas bisnis seharga 50.490 yuan untuk penerbangan langsung tertentu. China Eastern menawarkan tiket Shanghai–London seharga 38.108 yuan di kelas bisnis.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Hari Ketiga Selasa (3/3) Pagi: Brent ke US$78,83 & WTI ke US$71,97

Kursi ekonomi mulai tersedia kembali pada Kamis, namun harga tetap beberapa kali lipat lebih tinggi dari biasanya.

Situasi ini menunjukkan dampak ganda konflik Timur Tengah terhadap industri penerbangan: tekanan biaya akibat lonjakan minyak, sekaligus lonjakan permintaan dan harga tiket bagi maskapai di luar kawasan konflik.




TERBARU

[X]
×