kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.894   85,00   0,51%
  • IDX 8.029   -206,28   -2,50%
  • KOMPAS100 1.128   -28,01   -2,42%
  • LQ45 815   -19,55   -2,34%
  • ISSI 287   -6,20   -2,12%
  • IDX30 430   -9,76   -2,22%
  • IDXHIDIV20 518   -9,29   -1,76%
  • IDX80 126   -2,54   -1,97%
  • IDXV30 141   -2,10   -1,46%
  • IDXQ30 138   -3,43   -2,43%

Reli Berakhir, Indeks Nikkei Ditutup Anjlok 1,3% di Tengah Konflik Timur Tengah


Senin, 02 Maret 2026 / 14:26 WIB
Reli Berakhir, Indeks Nikkei Ditutup Anjlok 1,3% di Tengah Konflik Timur Tengah


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

Baca Juga: Pentagon Akui Tak Ada Bukti Intelijen Iran Akan Menyerang AS Lebih Dulu KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa saham Jepang dan yen jatuh pada awal pekan ini, sementara obligasi pemerintah naik, karena investor tidak melihat akhir yang jelas untuk serangan militer AS dan Israel setelah pembunuhan pemimpin Iran.

Senin (2/3/2026), indeks acuan Nikkei 225 turun 1,3% menjadi 58.057,24, penurunan paling tajam dalam lima minggu. Indeks Topix yang lebih luas merosot 1%.

Yen melemah 0,6% menjadi 156,95, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10 tahun turun 5 basis poin (bps) menjadi 2,06%.

Imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah dengan harga.

Pasar global bergejolak, karena Israel melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran, dan Teheran membalas dengan lebih banyak serangan rudal setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa serangan terhadap target Iran dapat berlanjut selama beberapa minggu.

Baca Juga: Timur Tengah Memanas: Serangan Drone Iran Hantam Kawasan Teluk 3 Hari Beruntun

Saham maskapai penerbangan termasuk yang mengalami penurunan terbesar, sementara saham bank dan perusahaan pialang terpukul keras setelah penyedia hipotek Inggris, Market Financial Solutions, mengajukan kebangkrutan.

Kenaikan harga minyak mentah sebesar 10% dapat menurunkan laba bersih perusahaan yang terdaftar di Topix sekitar 1% hingga 2%, kata Kazunori Tatebe, kepala strategi di Daiwa Asset Management.

"Pasar tidak yakin apakah konflik akan berlangsung lama atau segera berakhir. Jika meningkat, kenaikan harga minyak akan memukul pendapatan perusahaan Jepang," kata Tatebe.

Saham-saham besar terkait chip menyeret indeks Nikkei, dengan Advantest kehilangan 3,9% dan Tokyo Electron turun 1,1%.

Maskapai penerbangan terbesar Jepang, ANA Holdings, merosot 5,4%, sementara perusahaan pialang terbesar di negara itu, Nomura Holdings, turun 6,8%, memimpin penurunan di indeks Nikkei.

Namun, indeks perusahaan eksplorasi energi melonjak 6,3%, sementara Inpex naik 6,1%—menjadi salah satu saham dengan kenaikan paling tajam di Nikkei.

Indeks Nikkei baru saja melewati kenaikan tajam 10,4% pada bulan Februari, bulan terbaiknya dalam empat bulan terakhir. Indeks acuan tersebut ditutup pada level tertinggi sepanjang masa di 58.850,27 pada hari Jumat.

"Pasar terpukul tepat setelah Nikkei mencatatkan rekor tertinggi minggu lalu," kata Takamasa Ikeda, manajer portofolio senior di GCI Asset Management.

"Konflik Timur Tengah telah menjadi alasan untuk menjual saham dan mencatatkan keuntungan." 


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×