Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Kuwait mengumumkan telah berhasil mencegat sejumlah drone musuh pada Senin (2/3/2026) atau hari ketiga berturut-turut dari serangan balasan Iran terhadap negara-negara Teluk tetangga sebagai tanggapan atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Di sisi lain, serangkaian ledakan keras juga terdengar pada Senin pagi di Dubai dan ibu kota Qatar, Doha, menurut saksi Reuters.
Menurut saksi mata Reuters, suara ledakan keras dan sirene terdengar sebelumnya di Kuwait.
Tidak ada laporan korban luka setelah pertahanan udara Kuwait mencegat sebagian besar drone di dekat lingkungan Rumaithiya dan Salwa, demikian kata direktur jenderal pertahanan sipil yang dikutip oleh kantor berita negara.
Baca Juga: Pentagon Akui Tak Ada Bukti Intelijen Iran Akan Menyerang AS Lebih Dulu
Sebelumnya, Teheran mengatakan akan menargetkan pangkalan AS di wilayah tersebut setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada hari Sabtu (27/2/2026).
Serangan tersebut juga telah menghantam berbagai area sipil dan komersial di seluruh kota-kota Teluk, memperluas dampak konflik pada pusat penerbangan dan perdagangan regional utama.
Selain pangkalan AS, ternyata pangkalan RAF Inggris juga menjadi target serangan. Presiden Siprus Nikos Christodoulides mengatakan, pangkalan RAF Akrotiri Inggris yang berada di Siprus juga dihantam drone pada Minggu (1/3/2026) malam.
"Saya ingin menegaskan: Negara kami sama sekali tidak berpartisipasi dan tidak bermaksud untuk menjadi bagian dari operasi militer apa pun," kata Christodoulides dalam sebuah pernyataan.
Sumber-sumber sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa RAF Akrotiri telah menjadi sasaran dua drone, salah satunya berhasil dicegat. Christodoulides mengatakan dia terus berhubungan dengan para pemimpin Eropa dan pihak lain mengenai perkembangan situasi.













