Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia memerah pada perdagangan Senin (2/3/2026), tertekan oleh aksi jual di sektor keuangan seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Namun, penguatan tajam saham energi membantu membatasi penurunan indeks setelah harga minyak melonjak akibat gangguan pasokan.
Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,5% ke level 9.156,20 pada pukul 23.32 GMT. Sebelumnya, indeks sempat menguat 0,3% pada Jumat.
Sentimen risk-off mendominasi pasar setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran akhir pekan lalu, memicu eskalasi konflik dan membebani saham perbankan, maskapai, serta teknologi.
Baca Juga: AS Kerahkan AI Anthropic, Bomber B-2 hingga Drone Bunuh Diri dalam Serangan ke Iran
Sektor Keuangan Terseret
Saham sektor keuangan yang berbobot besar dalam indeks anjlok 2,6%, mencatat penurunan terdalam sejak 4 September. Pemberi pinjaman bisnis terbesar, National Australia Bank, turun 3%.
Tiga bank besar lainnya juga terkoreksi, yakni Commonwealth Bank of Australia, Westpac, dan ANZ, yang masing-masing melemah antara 1,8% hingga 2,4%.
Baca Juga: Harga Minyak Meroket 9%, Selat Hormuz Jadi Perhatian Utama Pasar
Saham Teknologi dan Maskapai Tertekan
Sektor teknologi menjadi salah satu penekan utama indeks, turun 3,1%. SiteMinder merosot hingga 11,1%, sementara WiseTech Global melemah 3,6%.
Saham maskapai penerbangan juga tertekan akibat pembatalan sejumlah penerbangan. Qantas Airways anjlok hingga 10,4% ke level terendah dalam 10 bulan. Pesaingnya, Virgin Australia, turun hingga 3,5%.
Baca Juga: Krisis Iran: 3 Ujian Berat Ini Tentukan Nasib Rezim Pasca-Khamenei
Saham Energi dan Emas Menguat
Di sisi lain, sektor energi melonjak 4,8% setelah harga minyak dunia meroket lebih dari 8% akibat kerusakan kapal tanker dan terganggunya pengiriman di kawasan Timur Tengah.
Woodside Energy melesat hingga 10,9%, mencatat kenaikan intraday terbesar sejak November 2008. Santos naik 8,2%, sementara Karoon Energy melonjak 22,2%.
Saham pertambangan emas juga mencatatkan reli 5,2% dan sempat menyentuh rekor tertinggi, seiring kenaikan harga emas lebih dari 1% karena permintaan aset aman. Evolution Mining naik 6,2% dan Northern Star Resources menguat 5%.
Baca Juga: Israel Kembali Menyerang Teheran, Dewan Kepempimpinan Ambil Alih Kekuasaan
Saham Pertahanan Ikut Menghijau
Saham sektor pertahanan turut mencatat kenaikan. DroneShield melonjak 12,4%, sementara Electro Optic Systems naik 15% setelah mengumumkan kontrak baru serta mengisyaratkan peluang bisnis di Timur Tengah di tengah konflik yang berlangsung.
Sementara itu, di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 melemah 1,1% ke level 13.567,69.













