Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) dan Taiwan mencapai kesepakatan perdagangan yang memangkas tarif pada banyak ekspor negara penghasil semikonduktor tersebut, mengarahkan investasi baru ke industri teknologi AS, dan berisiko membuat marah China.
Mengutip Reuters, Jumat (16/1/2026), kesepakatan ini memperdalam hubungan pemerintahan Trump dengan Taipei pada saat kritis ketika China meningkatkan tekanan terhadap Taiwan dan Washington berupaya menghindari perang dagang habis-habisan dengan Beijing.
Berdasarkan kesepakatan yang telah lama dinegosiasikan, produsen chip Taiwan seperti TSMC yang memperluas produksi di AS akan mendapatkan tarif pajak yang lebih rendah untuk semikonduktor yang mereka impor ke AS.
Baca Juga: Beijing Setop Produk Keamanan Siber AS–Israel
Departemen Perdagangan AS mengatakan, serangkaian tarif umum yang berlaku untuk sebagian besar ekspor Taiwan lainnya ke AS akan diturunkan, dari 20% menjadi 15%.
"Obat-obatan generik, komponen pesawat terbang, dan sumber daya alam yang tidak tersedia akan dikenakan tarif 0%," kata Departemen Perdagangan.
Sebagai imbalannya, perusahaan teknologi Taiwan, seperti TSMC, diharapkan melakukan investasi total setidaknya US$ 250 miliar untuk meningkatkan produksi semikonduktor, energi, dan kecerdasan buatan di Amerika Serikat.
Baca Juga: Pintu Masuk AS Ditutup! Kebijakan Visa Trump Blokir 315.000 Pendatang
Itu termasuk US$ 100 miliar yang telah dikucurkan oleh TSMC pada tahun 2025, dengan lebih banyak lagi yang akan datang, menurut Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick.
Taiwan juga akan menjamin kredit sebesar US$ 250 miliar lagi untuk memungkinkan investasi tambahan, kata pemerintahan Trump.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
