kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.894   85,00   0,51%
  • IDX 8.017   -218,65   -2,65%
  • KOMPAS100 1.125   -31,30   -2,71%
  • LQ45 812   -21,87   -2,62%
  • ISSI 286   -6,72   -2,30%
  • IDX30 429   -10,83   -2,46%
  • IDXHIDIV20 517   -9,75   -1,85%
  • IDX80 126   -2,90   -2,25%
  • IDXV30 141   -2,38   -1,66%
  • IDXQ30 138   -3,69   -2,61%

Kontrak Berjangka Wall Street Anjlok, Konflik Timteng Picu Lonjakan Emas dan Minyak


Senin, 02 Maret 2026 / 15:39 WIB
Diperbarui Senin, 02 Maret 2026 / 15:42 WIB
Kontrak Berjangka Wall Street Anjlok, Konflik Timteng Picu Lonjakan Emas dan Minyak


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar keuangan global kembali bergejolak setelah eskalasi konflik di Timur Tengah memicu aksi penghindaran risiko dan mendorong investor beralih ke aset safe haven.

Kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat (AS) anjlok lebih dari 1% pada perdagangan Senin, di tengah konflik kawasan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Situasi ini terjadi menjelang pekan padat rilis data ekonomi penting dari AS.

Lonjakan ketegangan geopolitik turut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Sementara itu, aset lindung nilai tradisional mengalami penguatan signifikan. Harga emas naik sekitar 2%, disertai reli pada obligasi pemerintah AS yang sempat mendorong imbal hasil Treasury tenor 10 tahun ke level terendah dalam 11 bulan.

Baca Juga: Ketidakpastian Tarif Trump, Wall Street Diperkirakan Bergerak Melemah

Eskalasi konflik meningkat setelah serangan militer terbaru oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran berlanjut pasca-serangan akhir pekan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Teheran merespons dengan meluncurkan serangan rudal ke berbagai wilayah di kawasan, memicu kekhawatiran konflik dapat meluas dan menyeret negara-negara tetangga.

Dalam laporan media, Presiden AS Donald Trump disebut menyatakan konflik ini berpotensi berlangsung hingga empat minggu ke depan. Ia menegaskan bahwa operasi militer akan terus dilakukan hingga tujuan strategis AS tercapai.

Guncangan geopolitik ini datang pada saat pasar tengah bersiap menghadapi sejumlah rilis data ekonomi utama AS. Indeks PMI manufaktur dijadwalkan rilis hari ini, disusul data penjualan ritel Januari, laporan ketenagakerjaan ADP, serta laporan non-farm payroll yang menjadi indikator utama pasar tenaga kerja.

Lonjakan harga minyak yang berkepanjangan berisiko memicu kembali tekanan inflasi. Hal ini menjadi perhatian serius pelaku pasar, terutama setelah data inflasi terbaru menunjukkan tren yang masih tinggi.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, kemungkinan belum akan memangkas suku bunga acuannya dalam waktu dekat.

Pada pukul 02.20 waktu New York, kontrak berjangka Dow E-minis turun 680 poin atau 1,39%. S&P 500 E-minis melemah 100,5 poin atau 1,46%, sementara Nasdaq 100 E-minis merosot 464 poin atau 1,86%.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Menguat Tipis, Imbal Hasil Obligasi AS Turun

Sepanjang Februari, pasar saham mengalami volatilitas tinggi akibat ketidakpastian terkait biaya dan disrupsi teknologi kecerdasan buatan (AI), kekhawatiran baru terhadap tarif perdagangan, serta ketegangan geopolitik yang terus membayangi sentimen risiko.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatat penurunan bulanan terdalam sejak Maret 2025. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average masih mampu mencatat kenaikan untuk bulan kesepuluh berturut-turut—menjadi rekor reli terpanjang sejak periode 10 bulan yang berakhir pada Januari 2018.

Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, saham sektor keuangan dan teknologi memimpin pelemahan. Dow ditutup turun lebih dari 1%, Nasdaq melemah 0,9%, sementara S&P 500 terkoreksi 0,4%.

Ketidakpastian geopolitik dan prospek suku bunga yang tetap tinggi diperkirakan akan terus menjadi faktor utama yang membayangi pasar dalam waktu dekat.




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×