Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Saham Marvell Technology melonjak lebih dari 25% pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Setelah CEO Nvidia Jensen Huang menyebut perusahaan pembuat chip tersebut sebagai "perusahaan bernilai US$1 triliun berikutnya".
Pernyataan tersebut disampaikan Huang dalam acara Computex di Taipei, Taiwan, saat tampil bersama CEO Marvell, Matt Murphy yang dilansir Reuters.
Baca Juga: Pejabat The Fed Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga Jika Inflasi Terus Menguat
Setelah komentar tersebut, saham Marvell sempat melonjak lebih dari 25% dan ditutup menguat sekitar 22,5% ke level tertinggi sepanjang masa.
Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar perusahaan menjadi sekitar US$234 miliar, meskipun masih jauh di bawah ambang US$1 triliun yang disebut Huang.
Jika kenaikan saham bertahan hingga penutupan perdagangan, nilai pasar Marvell berpotensi bertambah lebih dari US$45 miliar dalam sehari.
Didukung Investasi Nvidia
Hubungan antara Nvidia dan Marvell semakin erat dalam beberapa tahun terakhir. Pada awal 2026, Nvidia menginvestasikan sekitar US$2 miliar di Marvell sebagai bagian dari strategi memperluas ekosistem infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Kolaborasi tersebut bertujuan memudahkan pelanggan memanfaatkan chip AI khusus (custom AI chips) yang dirancang Marvell dan mengintegrasikannya dengan teknologi jaringan serta prosesor milik Nvidia.
Baca Juga: SpaceX Tekan Biaya IPO Raksasa, Bank Investasi Tetap Berpotensi Raup US$ 500 Juta
Seiring ledakan investasi AI global, kebutuhan terhadap chip khusus untuk pusat data (data center) terus meningkat.
Produk Marvell memainkan peran penting karena digunakan untuk menghubungkan ribuan prosesor yang menjalankan pelatihan dan operasional model AI berskala besar.
Bisnis Chip AI Diproyeksikan Tembus US$10 Miliar
Pekan lalu, Marvell memproyeksikan bisnis chip kustomnya akan menghasilkan pendapatan lebih dari US$10 miliar pada tahun fiskal 2029.
Proyeksi tersebut didorong oleh ekspansi besar-besaran pusat data AI yang dilakukan perusahaan komputasi awan (cloud) di berbagai negara.
Selain chip AI, teknologi interkoneksi (interconnect) Marvell juga menjadi komponen krusial dalam infrastruktur pusat data modern karena memungkinkan komunikasi berkecepatan tinggi antarprosesor.
Baca Juga: PBB Peringatkan Dunia Siap Hadapi Risiko Panas Ekstrem akibat El Nino
Optimisme terhadap prospek AI juga mengangkat saham Nvidia yang turut naik sekitar 3,2% pada perdagangan Selasa.
Pernyataan Huang semakin memperkuat keyakinan investor bahwa perusahaan-perusahaan penyedia infrastruktur AI, termasuk Marvell, akan menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari gelombang investasi kecerdasan buatan yang terus berkembang di seluruh dunia.













