kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.814   -85,00   -0,50%
  • IDX 8.396   124,32   1,50%
  • KOMPAS100 1.183   18,77   1,61%
  • LQ45 848   12,48   1,49%
  • ISSI 300   4,67   1,58%
  • IDX30 445   8,19   1,88%
  • IDXHIDIV20 530   8,41   1,61%
  • IDX80 132   1,86   1,43%
  • IDXV30 145   1,60   1,12%
  • IDXQ30 143   2,42   1,73%

Ketidakpastian Tarif Trump, Wall Street Diperkirakan Bergerak Melemah


Senin, 23 Februari 2026 / 21:06 WIB
Ketidakpastian Tarif Trump, Wall Street Diperkirakan Bergerak Melemah
ILUSTRASI. Wall Street (REUTERS/Shannon Stapleton)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks-indeks utama Wall Street diperkirakan dibuka melemah pada perdagangan Senin, menyusul kembali munculnya ketidakpastian tarif setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bea masuk baru sebesar 15%, tak lama setelah putusan Mahkamah Agung AS membatalkan tarif yang lebih luas.

Supreme Court of the United States dalam putusan 6-3 pada Jumat lalu membatalkan sebagian besar tarif yang diberlakukan Trump tahun lalu. Pengadilan menilai undang-undang darurat yang dijadikan dasar kebijakan tersebut tidak memberikan kewenangan untuk menerapkan tarif.

Menggunakan undang-undang berbeda, Trump awalnya mengumumkan tarif global 10%, sebelum menaikkannya menjadi 15%. Tarif sementara itu disebut dapat berlaku hingga lima bulan, sembari pemerintah mencari solusi hukum yang lebih permanen.

Baca Juga: Trump Kembali Serang Mahkamah Agung AS, Siapkan Opsi Tarif dan Lisensi Baru

Pada Jumat lalu, ketiga indeks saham utama berhasil mencatat kenaikan mingguan karena pasar menyikapi putusan Mahkamah Agung dengan relatif tenang. Indeks Nasdaq Composite bahkan mengakhiri tren penurunan selama lima pekan berturut-turut.

Namun pada Senin pagi, kontrak berjangka menunjukkan pelemahan. Hingga pukul 20.18 WIB, Dow E-mini turun 239 poin atau 0,48%, S&P 500 E-mini melemah 0,43%, dan Nasdaq 100 E-mini turun 0,57%.

Thomas Hayes, chairman Great Hill Capital LLC, menilai pasar tengah melakukan aksi ambil untung. “Reli penguatan pada Jumat mungkin terlalu dini. Anda tidak bisa bertaruh melawan Trump. Ia menginginkan tarif dan akan mencari cara untuk menerapkannya,” ujarnya.

Sebagian besar saham megakapitalisasi dan saham pertumbuhan melemah dalam perdagangan prapasar. Namun induk Google, Alphabet Inc., menguat 0,5% setelah melonjak sekitar 4% pada Jumat.

Saham Nvidia naik tipis 0,3% menjelang rilis laporan kinerja kuartalan pada Rabu. Komentar dari perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia itu dinilai krusial untuk memberikan gambaran tentang sektor kecerdasan buatan (AI), yang belakangan tertekan skeptisisme investor.

Valuasi saham yang tinggi serta kekhawatiran disrupsi AI turut membebani sektor teknologi dan lainnya, seiring pertanyaan apakah belanja besar di bidang AI sudah memberikan hasil yang sepadan.

Laporan keuangan dari perusahaan perangkat lunak besar seperti Salesforce dan Intuit juga akan menjadi perhatian pekan ini. Indeks S&P 500 sektor perangkat lunak dan jasa telah merosot lebih dari 20% sepanjang tahun ini akibat kekhawatiran disrupsi AI.

Di luar sektor teknologi, saham Eli Lilly and Company melonjak 2,9% setelah obat obesitas milik pesaingnya, Novo Nordisk, mencatat hasil uji klinis yang kurang memuaskan dibandingkan obat milik Lilly dalam uji coba di Kopenhagen.

Sementara itu, saham Merck & Co. naik 0,6% setelah perusahaan mengumumkan rencana pemisahan bisnis kesehatan manusianya menjadi dua divisi.

Saham jaringan restoran cepat saji Domino's Pizza melesat 5,6% setelah melampaui estimasi Wall Street untuk penjualan gerai sejenis (same-store sales) kuartal keempat di AS.

Baca Juga: Harga Tembaga Turun dari Level Tertinggi, Investor Waspada Tarif AS

Saham terkait kripto dan blockchain melemah seiring harga bitcoin turun sekitar 2%. Operator bursa kripto Coinbase dan perusahaan pemegang aset kripto Strategy masing-masing turun sekitar 2%.

Di sisi lain, saham perusahaan tambang emas dan perak menguat mengikuti kenaikan harga kedua logam mulia tersebut. Produsen emas terbesar Newmont naik 1,2%, sementara penambang perak Hecla Mining bertambah 2%.

Secara terpisah, Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menyatakan terbuka untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret jika data ketenagakerjaan Februari menunjukkan pasar tenaga kerja AS telah membaik setelah melemah pada 2025.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan langkah berikutnya dari Federal Reserve terkait penurunan suku bunga kemungkinan terjadi pada Juni mendatang.

Selanjutnya: Trump Kembali Serang Mahkamah Agung AS, Siapkan Opsi Tarif dan Lisensi Baru

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 24 Februari 2026, Atur Ketenangan




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×