Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga minyak mentah dunia melonjak tajam lebih dari US$2 per barel pada awal perdagangan hari Senin (8/6/2026).
Kenaikan signifikan ini dipicu oleh langkah militer Israel yang meluncurkan rangkaian serangan udara ke wilayah ibu kota Beirut, Lebanon, pada hari Minggu kemarin.
Baca Juga: Di Tengah Bayang-Bayang Perang, Timnas Iran Tiba di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026
Agresi terbaru tersebut menjadi hantaman keras bagi pasar energi global, mengingat serangan terjadi untuk pertama kalinya sejak Amerika Serikat (AS) mengumumkan draf rencana gencatan senjata (ceasefire) untuk Lebanon pada pekan lalu.
Melansir Reuters, berdasarkan data perdagangan pada pukul 22.15 GMT, pergerakan dua acuan minyak mentah utama dunia tercatat sebagai berikut:
Minyak Mentah AS (WTI): Kontrak berjangka komoditas ini melesat naik sebesar US$2,57 menjadi US$93,11 per barel.
Minyak Mentah Brent: Acuan internasional ini melonjak sebesar US$2,67 hingga menyentuh level US$95,76 per barel.
Baca Juga: AS Pertimbangkan Beli Kepulauan Chagos dari Mauritius, Amankan Pangkalan Diego Garcia
Eskalasi militer di Timur Tengah ini langsung membalikkan sentimen pasar dari akhir pekan lalu, di mana para pelaku pasar sempat optimistis bahwa risiko konflik akan mereda.
Dengan kembali memanasnya situasi di Selat Hormuz dan Lebanon, para investor kini bersiap menghadapi potensi gangguan pasokan serta peningkatan volatilitas harga energi dalam beberapa hari ke depan.













