kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

Produksi Minyak OPEC Kembali Naik pada Juli, Dipimpin Produsen Kawasan Teluk


Senin, 10 Agustus 2026 / 21:42 WIB
Produksi Minyak OPEC Kembali Naik pada Juli, Dipimpin Produsen Kawasan Teluk
ILUSTRASI. Produksi Minyak OPEC+ (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - LONDON. Produksi minyak OPEC kembali meningkat pada bulan Juli, menurut survei Reuters, seiring langkah anggota OPEC di kawasan Teluk memulihkan pasokan yang sempat terhenti akibat konflik yang melibatkan Iran dan penutupan efektif Selat Hormuz.

Mengutip Reuters, Senin (10/8/2026), Survei tersebut menemukan bahwa produksi dari 11 anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) naik sebesar 1,17 juta barel per hari (bph) secara bulanan menjadi 19,85 juta bph.

Angka ini melanjutkan pemulihan dari bulan Mei—yang mencatat angka bulanan terendah setidaknya sejak tahun 2000 menurut survei Reuters—sekaligus masih jauh di bawah tingkat produksi selama pandemi Covid-19 pada tahun 2020 saat permintaan anjlok.

Baca Juga: Investor Ritel Menjual Saham SpaceX untuk Pertama Kalinya pada Jumat (7/8)

Angka-angka tersebut tidak mencakup Uni Emirat Arab, yang keluar dari OPEC pada 1 Mei.

Irak mencatat peningkatan terbesar, diikuti oleh Kuwait. Iran juga meningkatkan ekspor, meskipun penerapan kembali blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada pertengahan Juli kembali memperlambat pengiriman. 

Pasokan Arab Saudi tercatat sedikit lebih rendah.

Libya, yang pengirimannya tidak terdampak oleh konflik AS-Israel dengan Iran, juga meningkatkan produksi.

Tujuh anggota kelompok produsen OPEC+ (yang mencakup sekutu seperti Rusia) sebelumnya telah sepakat untuk meningkatkan produksi pada bulan Juli, namun konflik di Timur Tengah membuat hal tersebut mustahil dilakukan.

Baca Juga: Korsel Akan Luncurkan Chip Fun US$ 3,5 Miliar, Percepat Pengembangan Semikonduktor

Survei Reuters ini didasarkan pada data arus minyak dari grup keuangan LSEG, informasi dari perusahaan pelacak arus minyak seperti Kpler, serta informasi yang diberikan oleh sumber-sumber di perusahaan minyak, OPEC, dan pihak konsultan.


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×