Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Tujuh negara anggota OPEC+ mencapai kesepakatan awal untuk menaikkan target produksi minyak sekitar 188.000 barel per hari pada Juni 2026, meskipun tanpa keterlibatan Uni Emirat Arab (UEA), menurut dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.
Melansir Reuters, kesepakatan ini akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan kebijakan yang dijadwalkan berlangsung secara daring pada Minggu (3/5/2026).
Kenaikan produksi tersebut dinilai masih bersifat simbolis.
Baca Juga: AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman, Ini Peta Kekuatan Militernya di Eropa
Pasalnya, sebagian besar jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz masih terhenti akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, yang justru memberikan dampak lebih besar terhadap pasokan dibandingkan kebijakan kuota produksi.
Volume kenaikan ini relatif sejalan dengan peningkatan bulan sebelumnya sebesar 206.000 barel per hari, namun tanpa kontribusi dari UEA.
Seperti diketahui, UEA secara mengejutkan memutuskan keluar dari OPEC+ efektif per 1 Mei 2026.
Langkah ini mengindikasikan bahwa OPEC+ tetap menjalankan pendekatan “business as usual” meskipun menghadapi dinamika geopolitik yang kompleks.
Konflik Iran yang dimulai sejak 28 Februari 2026 serta penutupan Selat Hormuz telah menekan ekspor minyak dari sejumlah anggota utama OPEC+, seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, dan UEA.
Baca Juga: Iran Eksekusi Dua Tersangka Mata-Mata Israel
Sebelum konflik, negara-negara tersebut merupakan produsen yang memiliki kapasitas untuk meningkatkan produksi.
Sementara itu, Iran yang juga merupakan anggota OPEC namun tidak termasuk dalam tujuh negara yang menggelar pertemuan mengalami penurunan ekspor akibat blokade AS sejak April lalu.
Berdasarkan laporan OPEC sebelumnya, total produksi minyak seluruh anggota OPEC+ tercatat sebesar 35,06 juta barel per hari pada Maret 2026, turun sekitar 7,70 juta barel per hari dibandingkan Februari.
Penurunan terbesar berasal dari Arab Saudi dan Irak akibat terbatasnya ekspor.
Di luar kawasan Teluk, Rusia juga memangkas produksi setelah infrastruktur energinya terdampak serangan drone Ukraina.
Baca Juga: Trump Sebut Angkatan Laut AS Seperti Perompak dalam Blokade Pelabuhan Iran
Adapun tujuh negara yang akan mengikuti pertemuan Minggu adalah Arab Saudi, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, Rusia, dan Oman.
Dengan keluarnya UEA, jumlah anggota OPEC+ kini menjadi 21 negara, meskipun dalam beberapa tahun terakhir keputusan produksi bulanan terutama ditentukan oleh kelompok inti negara-negara tersebut.













