kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Harga Minyak Meroket, OPEC+ Tetap Tahan Produksi Maret 2026


Minggu, 01 Februari 2026 / 17:20 WIB
Harga Minyak Meroket, OPEC+ Tetap Tahan Produksi Maret 2026
ILUSTRASI. Logo OPEC (NULL/Heinz-Peter Bader)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. OPEC+ akan mempertahankan kebijakan jeda kenaikan produksi minyak pada Maret 2026. Tiga delegasi OPEC+ mengatakan kepada Reuters (1/2), keputusan tersebut kemungkinan ditegaskan dalam pertemuan delapan negara anggota yang digelar Minggu (2/2) waktu setempat, di tengah harga minyak yang melesat ke level tertinggi enam bulan.

Harga minyak Brent ditutup mendekati US$ 70 per barel pada Jumat (31/1), hanya sedikit di bawah puncak enam bulan di US$ 71,89 yang tercapai sehari sebelumnya. Kenaikan harga dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya kekhawatiran Amerika Serikat akan melancarkan serangan militer terhadap Iran, anggota OPEC.

Kendati demikian, OPEC+ tetap berhati-hati. Pasar masih dibayangi spekulasi potensi kelebihan pasokan minyak global pada 2026 yang berisiko menekan harga. Faktor inilah yang mendorong kelompok produsen tersebut memilih menahan tambahan produksi.

Delapan negara OPEC+ Arab Saudi, Rusia, Uni Emirat Arab, Kazakhstan, Kuwait, Irak, Aljazair, dan Oman sebelumnya telah menaikkan kuota produksi sekitar 2,9 juta barel per hari sepanjang April hingga Desember 2025, setara sekitar 3% dari permintaan minyak dunia. Namun, rencana kenaikan lanjutan untuk Januari hingga Maret 2026 dibekukan seiring melemahnya konsumsi musiman.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Dekati Rekor 6 Bulan, AS–Iran Jadi Pemicu

Sumber menyebutkBaca Juga: Venezuela Resmi Mengubah Undang-Undang Migas, Buka Pintu bagi Investasi Minyak Asing an, pertemuan Minggu ini dijadwalkan mulai pukul 13.30 GMT dan tidak akan membahas kebijakan produksi setelah Maret. OPEC+ sendiri menyuplai sekitar separuh kebutuhan minyak global, sehingga setiap keputusannya sangat memengaruhi arah pasar.

Di sisi lain, Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan sejumlah opsi terhadap Iran, termasuk serangan terbatas. Washington juga terus menekan Teheran melalui sanksi ketat untuk membatasi pendapatan minyaknya. Meski kedua negara memberi sinyal membuka ruang dialog, Iran menegaskan kemampuan pertahanannya tidak masuk dalam agenda perundingan.

Harga minyak turut mendapat sentimen positif dari gangguan pasokan di Kazakhstan. Negara tersebut mengalami serangkaian hambatan produksi dalam beberapa bulan terakhir, meski pemerintah setempat menyatakan ladang minyak raksasa Tengiz kini mulai beroperasi kembali secara bertahap.

Selanjutnya: Kalender Jawa Februari 2026: Rencanakan Acara Penting dengan Hari Keberuntungan!

Menarik Dibaca: Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Minggu (1/2/2026) Kompak Turun


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×