kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.997.000   -24.000   -0,79%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Peringatan CEO Minyak ke Gedung Putih: Krisis Energi Bisa Semakin Memburuk


Senin, 16 Maret 2026 / 06:12 WIB
Peringatan CEO Minyak ke Gedung Putih: Krisis Energi Bisa Semakin Memburuk
ILUSTRASI. Perang Iran picu harga minyak Brent melonjak 2,68% jadi US$105,90. CEO minyak AS khawatir krisis energi global mengintai. (REUTERS/Christian Hartmann)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Para kepala eksekutif (CEO) perusahaan minyak besar Amerika Serikat memperingatkan pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump bahwa krisis energi global akibat perang Iran berpotensi semakin memburuk.

Laporan The Wall Street Journal seperti yang dilansir Reuters menyebutkan peringatan tersebut disampaikan dalam sejumlah pertemuan di Gedung Putih pada Rabu lalu. Informasi ini berasal dari sumber yang mengetahui langsung pembicaraan tersebut.

Dalam pertemuan itu, pimpinan perusahaan energi besar seperti ExxonMobil, Chevron, dan ConocoPhillips menyampaikan kekhawatiran mereka kepada Menteri Energi AS Chris Wright dan Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum.

Mereka menilai gangguan arus energi melalui Selat Hormuz akan terus memicu volatilitas di pasar energi global. Selat tersebut merupakan jalur vital perdagangan energi dunia, sehingga setiap gangguan berpotensi memicu lonjakan harga minyak.

Baca Juga: AS dan China Bahas Perdagangan Pertanian hingga Mineral Kritis dalam Pertemuan Paris

Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Kekhawatiran tersebut langsung tercermin pada pergerakan harga minyak. Harga minyak melonjak pada pembukaan perdagangan Senin (16/3/2026)  seiring perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki pekan ketiga.

Konflik ini meningkatkan risiko terhadap infrastruktur energi sekaligus membuat jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terganggu, sehingga memicu gangguan pasokan global.

Harga minyak mentah acuan global Brent melonjak 2,76 dolar AS atau sekitar 2,68% menjadi 105,90 dolar AS per barel pada pukul 22.04 GMT. Sebelumnya pada Jumat, harga Brent juga sudah naik 2,68 dolar AS.

Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat jenis West Texas Intermediate naik 2,29 dolar AS atau sekitar 2,32% menjadi 101 dolar AS per barel setelah sebelumnya menguat hampir 3 dolar AS pada sesi perdagangan sebelumnya.

Tonton: GAIKINDO: Lonjakan Harga Minyak Bisa Dorong Penjualan Kendaraan Listrik

Lonjakan harga ini memperkuat kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah dapat memicu krisis energi global jika gangguan pasokan terus berlanjut.




TERBARU

[X]
×