kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Gebrakan Energi India: Rilis Bahan Bakar E85, Diklaim Lebih Hemat 20 Rupee Per Liter


Jumat, 05 Juni 2026 / 23:01 WIB
Gebrakan Energi India: Rilis Bahan Bakar E85, Diklaim Lebih Hemat 20 Rupee Per Liter
ILUSTRASI. Harga Minyak - BBM (REUTERS/Sahiba Chawdhary)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - India akan mulai meluncurkan bensin dengan campuran etanol 85% (E85).

Bahan bakar baru ini diklaim akan dijual dengan harga sekitar 20 rupee per liter lebih murah dibandingkan bensin varian E20 reguler, demikian disampaikan oleh Menteri Perminyakan India, Hardeep Singh Puri, pada hari Jumat (5/6/2026).

Melansir Reuters, langkah strategis ini langsung disambut baik oleh para produsen otomotif di India yang telah mulai meluncurkan kendaraan berbahan bakar fleksibel (flex-fuel vehicles) yang kompatibel dengan varian etanol tingkat tinggi tersebut.

Baca Juga: Data Pekerjaan AS Memanas: Ujian Berat Menanti Kevin Warsh di Rapat Perdana The Fed

Alasan Harga Lebih Murah dan Target Distribusi

Menteri Puri menjelaskan bahwa bahan bakar E85 bisa dibanderol lebih murah daripada E20 karena memiliki nilai kalor (calorific value) yang lebih rendah.

Sebagai gambaran, saat ini bensin varian E20 dijual dengan harga sekitar 102 rupee (sekitar Rp20.100 atau US$1,07) per liter di New Delhi.

Baca Juga: WTO: Pertumbuhan Perdagangan Barang Global Mulai Melambat pada 2026

Pemerintah India telah menyusun peta jalan yang matang untuk menyalurkan bahan bakar ramah lingkungan ini:

  • Tahun 2026: Target awal peluncuran E85 menyasar 50 hingga 100 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
  • Tahun 2027: Jaringan distribusi akan diperluas secara masif hingga menjangkau sekitar 5.000 gerai SPBU.

Bahan bakar E85 ini dirancang khusus untuk kendaraan flex-fuel, yaitu jenis kendaraan yang mesinnya mampu beroperasi menggunakan bensin yang telah dicampur dengan etanol dalam kadar tinggi.

Puri menambahkan bahwa seluruh produsen otomotif dan asosiasi industri kendaraan di India telah sepakat dan mendukung penuh peluncuran ini.

Baca Juga: Iran Peringatkan Israel Keluar dari Lebanon, Negosiasi Damai Terancam Mandek

Dukungan Industri Otomotif Lokal

Sejumlah produsen otomotif raksasa di India bergerak cepat menangkap peluang ini. Perusahaan seperti Maruti Suzuki dan Hero MotoCorp dilaporkan telah meluncurkan varian flex-fuel untuk model-model populer mereka yang sangat laris di pasaran, seperti mobil WagonR dan sepeda motor Splendor.

Menurut Puri, peralihan ke bahan bakar E85 tidak hanya akan membantu menekan angka polusi udara yang menjadi masalah serius di kota-kota besar India, tetapi juga secara signifikan mengurangi ketergantungan negara terhadap impor minyak mentah.

India sendiri saat ini berstatus sebagai negara importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia.

Baca Juga: Iran Tegaskan Dukungan Bagi Hizbullah, Tuntut Israel Angkat Kaki dari Lebanon Selatan

Evaluasi dan Rencana Jangka Panjang

Sebelum melangkah ke tahap E85, India saat ini sudah menjual bensin dengan campuran etanol 20% (E20) secara massal.

Pada bulan April lalu, pemerintah setempat resmi mengajukan proposal untuk mengizinkan campuran etanol yang lebih tinggi, seperti E85 dan E100, masuk dalam regulasi kendaraan nasional.

Langkah berani ini diambil setelah India sukses mencapai target pencampuran etanol 20% pada tahun 2025. Kendati demikian, perjalanan ini tidak sepenuhnya mulus.

Baca Juga: China Akan Memperketat Pengawasan Dana Investasi Swasta

Pemerintah India sempat menghadapi gelombang protes dan kritik dari para pengendara setelah penyeragaman E20 secara nasional, lantaran muncul kekhawatiran bahwa campuran tersebut dapat mengganggu performa dan merusak mesin kendaraan konvensional.

Di samping fokus pada pengembangan bensin etanol, Sekretaris Perminyakan India, Neeraj Mittal, pada hari Jumat juga menyatakan bahwa pemerintah tengah menggarap program baru yang terpisah untuk mendongkrak produksi biogas terkompresi (compressed biogas) demi memperkuat ketahanan energi nasional.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×