Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Kontroversi penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih Timnas Korea Selatan masih belum mereda.
Polisi Seoul menggeledah kantor Federasi Sepak Bola Korea (Korea Football Association/KFA) pada Kamis (6/8) sebagai bagian dari penyelidikan atas proses penunjukan sang pelatih yang diduga bermasalah.
Mengutip Reuters, penggeledahan dilakukan dalam penyelidikan dugaan obstruction of business atau menghambat jalannya proses administrasi organisasi.
Baca Juga: Arsenal Perpanjang Kerja Sama dengan Emirates hingga 2033, Ini Detail Kemitraannya
Penunjukan Hong Myung-bo Dipertanyakan
Hong Myung-bo kembali dipercaya menangani Timnas Korea Selatan pada 2024, satu dekade setelah masa kepelatihan pertamanya pada 2013-2014.
Namun, proses penunjukannya sejak awal memicu perdebatan. KFA sebelumnya menjalankan pencarian pelatih selama beberapa bulan dengan mempertimbangkan sejumlah kandidat asing.
Di tengah proses tersebut, federasi justru menghentikan pencarian dan menunjuk Hong setelah pertemuan yang berlangsung singkat.
Keputusan itu memunculkan kritik karena dinilai tidak mengikuti prosedur seleksi yang semestinya.
Kegagalan di Piala Dunia 2026 Jadi Pemicu
Kontroversi tersebut memuncak setelah Timnas Korea Selatan gagal memenuhi harapan pada Piala Dunia 2026.
Langkah Taegeuk Warriors terhenti di fase grup, hasil yang memicu evaluasi terhadap kepemimpinan Hong Myung-bo sekaligus proses penunjukannya sebagai pelatih.
Dalam rapat dengar pendapat di parlemen Korea Selatan bulan Juli, Hong membantah tudingan bahwa dirinya memperoleh perlakuan khusus saat dipilih sebagai pelatih kepala.
Meski demikian, ia mengakui bertanggung jawab atas kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia.
Baca Juga: Korea Selatan Gagal di Piala Dunia 2026, Presiden Murka hingga Minta Investigasi
Dugaan Adanya Pelanggaran Prosedur
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan pada Oktober 2024 menyatakan KFA melanggar aturan internal dalam proses penunjukan Hong Myung-bo maupun pelatih sebelumnya, Jurgen Klinsmann.
Hasil pemeriksaan menyebut pertemuan antara direktur teknik KFA dan Hong tidak memenuhi syarat sebagai wawancara resmi sebagaimana diatur dalam prosedur federasi.
Meski menemukan pelanggaran prosedur, kementerian tidak mendapati bukti adanya tindakan melawan hukum.
Karena itu, pemerintah tidak merekomendasikan pembatalan kontrak Hong sebagai pelatih Timnas Korea Selatan.
Penyelidikan kepolisian terhadap kasus ini sebenarnya telah dimulai sebelum Piala Dunia 2026. Tepatnya setelah muncul sejumlah laporan yang menuding adanya campur tangan tidak semestinya dalam proses penunjukan Hong Myung-bo.
Hingga saat ini, aparat belum mengumumkan adanya temuan pidana maupun menetapkan Hong Myung-bo atau pejabat KFA sebagai tersangka.
Baca Juga: FIFA Akhirnya Cairkan Hadiah Timnas Yordania yang Tertunda 8 Bulan













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
