kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.115   19,00   0,10%
  • IDX 6.146   15,30   0,25%
  • KOMPAS100 802   2,52   0,32%
  • LQ45 610   1,69   0,28%
  • ISSI 212   0,45   0,21%
  • IDX30 343   1,20   0,35%
  • IDXHIDIV20 425   1,50   0,35%
  • IDX80 92   0,38   0,42%
  • IDXV30 116   0,51   0,44%
  • IDXQ30 110   0,41   0,37%

UEFA Murka FIFA Jual Saham Piala Dunia, Apa yang Sebenarnya Diperdebatkan?


Rabu, 29 Juli 2026 / 08:15 WIB
UEFA Murka FIFA Jual Saham Piala Dunia, Apa yang Sebenarnya Diperdebatkan?
ILUSTRASI. FIFA (IMAGN IMAGES via Reuters/VINCENT CARCHIETTA)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - Rencana FIFA menjual sebagian saham anak usaha yang akan mengelola bisnis Piala Dunia memicu pertentangan dengan UEFA.

Organisasi sepak bola Eropa itu menilai langkah FIFA berpotensi mengubah tata kelola sepak bola menjadi komoditas investasi.

Di sisi lain, FIFA bersikeras dana yang dihimpun justru akan dikembalikan untuk pengembangan olahraga tersebut.

Baca Juga: Surat Gianni Infantino untuk Argentina Bocor, Perkuat Tudingan FIFA Tak Netral

FIFA Ingin Jual saham, Tapi Bukan Piala Dunia

FIFA pada Selasa (28/7) mengumumkan rencana membentuk anak usaha baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE).

Perusahaan ini akan mengelola seluruh kegiatan komersial dan operasional turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia.

Mengutip Reuters, nilai perusahaan tersebut diperkirakan mencapai US$20 miliar. FIFA berencana melepas hingga 20% saham non-pengendali kepada investor eksternal guna menghimpun dana sekitar US$4,2 miliar atau sekitar Rp75,9 triliun.

Meski membuka kepemilikan kepada investor, FIFA menegaskan tetap menjadi pemegang kendali penuh atas perusahaan tersebut.

Organisasi itu juga memastikan seluruh keputusan terkait regulasi sepak bola, kalender pertandingan, penyelenggaraan kompetisi, hingga aturan olahraga tetap berada di tangan FIFA.

Baca Juga: Kontroversi FIFA dan Trump Berlanjut, Norwegia Siapkan Laporan Resmi

Mengapa UEFA Menolak?

UEFA menjadi pihak yang paling keras mengkritik rencana tersebut. Menurut badan sepak bola Eropa itu, tata kelola sepak bola tidak boleh diperlakukan sebagai aset investasi.

Dalam pernyataannya, UEFA menyebut rencana FIFA telah melewati batas yang seharusnya tidak dilakukan oleh lembaga pengatur sepak bola.

"UEFA memandang persoalan ini dengan sangat serius. Begitu pula seluruh asosiasi nasional, liga, klub, pemain, suporter, pemerintah, dan siapa pun yang peduli terhadap masa depan sepak bola," demikian pernyataan UEFA.

UEFA juga mempertanyakan minimnya transparansi mengenai siapa yang akan memperoleh keuntungan dari transaksi tersebut.

"Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset yang bisa diperdagangkan. Tidak seorang pun memiliki sepak bola. Itu bukan milik FIFA untuk dijual," tegas UEFA.

Baca Juga: Pajak AS Bisa Pangkas Hadiah Juara Piala Dunia Spanyol hingga Rp268,5 Miliar

Investor Besar Berpotensi Terlibat

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan sebagian dunia sepak bola telah berhasil menciptakan nilai ekonomi yang sangat besar. Menurutnya, tantangan FIFA adalah memastikan manfaat ekonomi tersebut dapat dirasakan seluruh negara anggota.

"Sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia sekaligus menjadi penggerak pembangunan sosial. Tugas kami memastikan seluruh ekosistem sepak bola ikut berkembang melalui pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif," kata Infantino, dikutip Reuters.

FIFA menegaskan seluruh keuntungan bersih dari perusahaan baru tersebut akan diinvestasikan kembali untuk pengembangan sepak bola.

Kelompok investor diperkirakan dipimpin oleh Thrive Eternal, kendaraan investasi baru bentukan Joshua Kushner melalui perusahaan modal ventura Thrive Capital.

FIFA juga menunjuk mantan CEO Liberty Media, Greg Maffei, sebagai penasihat komersial dalam proses tersebut.

Menurut FIFA, investor nantinya hanya memiliki kepemilikan minoritas di FFE dan tidak akan memiliki peran dalam pengambilan keputusan operasional.

Baca Juga: FIFA Bantah Isu Match Fixing di Piala Dunia 2026, Ini Pernyataan Resminya


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×