Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Singapura mengalokasikan dana sekitar S$1,45 miliar atau sekitar US$1,1 miliar kepada lima manajer aset untuk mendorong perkembangan pasar saham domestik.
Wakil Ketua Monetary Authority of Singapore (MAS) Chee Hong Tat mengatakan, pendanaan tersebut merupakan tahap ketiga dari program Equity Market Development Programme senilai S$6,5 miliar.
Baca Juga: Trump Bantah Tawarkan Keringanan Sanksi kepada Iran untuk Konsesi Nuklir
Program tersebut ditujukan untuk memperkuat ekosistem manajemen aset di Singapura sekaligus meningkatkan minat investor terhadap pasar saham negara tersebut.
Lima manajer aset yang menerima alokasi dana tersebut adalah Amundi, Franklin Templeton, HSBC Asset Management, M&G Investments, dan Natixis Investment Managers.
“Para manajer tersebut memiliki rekam jejak yang kuat di pasar regional dan berkomitmen untuk terus mengalokasikan dana secara signifikan ke Singapura sebagai bagian integral dari strategi investasi mereka,” ujar Chee, Selasa (29/9/2026) dilansir Reuters.
Selain pendanaan kepada manajer aset, MAS juga mengumumkan hibah senilai S$20 juta yang ditujukan untuk mendukung saham berkapitalisasi kecil dan menengah serta perusahaan yang melakukan pencatatan saham baru.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Singapura untuk menghidupkan kembali pasar saham domestiknya.
Baca Juga: Baht Thailand Jadi Mata Uang Asia Paling Tertekan Selasa (29/9), Rupiah Ikut Melemah
Tahun lalu, pemerintah Singapura memperkenalkan insentif pajak berupa potongan hingga 20% untuk perusahaan yang melakukan pencatatan saham perdana.
Singapura juga mengembangkan skema dual listing yang memungkinkan perusahaan mencatatkan saham di Singapore Exchange (SGX) dan Nasdaq.
Pada Agustus 2026, Singapura kembali memperkenalkan insentif pajak dan visa untuk sektor dana investasi guna meningkatkan daya saingnya sebagai pusat pengelolaan aset, termasuk dalam menghadapi persaingan dari Hong Kong.














