Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali melakukan pembicaraan secara terpisah dengan mediator pada Senin (28/9/2026), dalam upaya terbaru untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tujuh bulan.
Pejabat dari kedua negara mengatakan pembicaraan tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali proses perdamaian.
Baca Juga: Dolar AS Flat, Harga Minyak dan Yield Treasury Naik di Tengah Konflik AS-Iran
Seorang pejabat yang mengetahui jalannya negosiasi mengatakan pembicaraan lanjutan kemungkinan akan berfokus pada versi revisi dari proposal gencatan senjata selama tujuh hari yang diajukan Iran pekan lalu di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, yang masih berada di New York setelah menghadiri Sidang Umum PBB mengatakan, Iran menunggu respons AS atas proposal gencatan senjata terbaru serta persyaratan Teheran untuk memulihkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz.
"Jika Amerika mengklaim sedang mencari kesepakatan atau solusi damai, kami telah mengajukan solusi tersebut," kata Araqchi, seperti dikutip kantor berita negara Iran IRNA.
Presiden AS Donald Trump juga mengatakan pejabat AS telah berbicara dengan mediator pada Senin. Namun, Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai pembicaraan tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Spot Jatuh 3,5%, Sentuh Level Terendah dalam 7 Minggu
Trump Buka Peluang Pembicaraan Lanjutan
Proposal Iran selama tujuh hari mencakup penghentian seluruh permusuhan di Iran dan Lebanon, pencairan aset Iran senilai miliaran dolar, penghentian sanksi terhadap minyak Iran, serta pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran.
Sebagai imbalannya, Iran akan mengizinkan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi kapal tanker minyak dunia.
Baca Juga: Harga Minyak Naik, Brent Bertahan di Atas US$105 di Tengah Risiko Selat Hormuz
Kedua pihak juga akan kembali membahas program nuklir Iran serta tuntutan Trump terkait penyitaan atau penghapusan uranium Iran yang telah diperkaya hingga kadar tinggi.
Trump pada Sabtu (26/9) mengatakan telah menolak proposal Iran tersebut. Menurut Trump, Iran menginginkan kesepakatan segera karena tekanan ekonomi yang dihadapi negara tersebut semakin berat.
Namun, Trump pada Minggu (27/9) mengatakan kepada Axios bahwa negosiator AS diperkirakan akan kembali melakukan pembicaraan dengan Iran pada pekan ini.
Sementara itu, Araqchi mengatakan pada Minggu bahwa mediator belum secara resmi menyampaikan penolakan AS terhadap proposal Iran.
Teheran, kata dia, masih menunggu posisi definitif Washington sebelum menentukan langkah selanjutnya.
"Kondisi kami jelas, dan setiap langkah untuk membuka kembali Selat Hormuz bergantung pada dipenuhinya kondisi tersebut," ujar Araqchi.
Ia menegaskan bahwa hanya solusi yang dicapai melalui negosiasi yang dapat menyelesaikan kebuntuan antara kedua negara.
Baca Juga: Indonesia Kalah Lagi Dibanding Malaysia, Kini Soal Paspor
Selat Hormuz Jadi Kunci
Perang yang dimulai pada akhir Februari setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran telah menewaskan ribuan orang selama tujuh bulan. Konflik tersebut juga mengguncang pasar global karena mengganggu jalur pelayaran strategis untuk perdagangan minyak.
AS dan Iran sebelumnya telah dua kali menyepakati gencatan senjata melalui pembicaraan yang dimediasi, masing-masing pada April dan Juni. Namun, kedua kesepakatan tersebut kemudian runtuh.
Dalam negosiasi terbaru, pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu isu penting. Selat tersebut merupakan jalur utama pengiriman minyak dunia, sehingga gangguan terhadap lalu lintas kapal tanker di kawasan itu berpotensi menekan pasokan energi dan meningkatkan harga minyak global.
Baca Juga: Jadwal Final Bulu Tangkis Asian Games 2026, 2 Wakil Indonesia Berburu Emas
Iran sendiri mengaitkan pembukaan kembali jalur tersebut dengan dipenuhinya sejumlah tuntutan Teheran.
Karena itu, perkembangan pembicaraan antara Washington dan Teheran berpotensi menjadi salah satu faktor penting yang diperhatikan pasar energi dalam beberapa hari ke depan.














