kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Trump Sebut Kesepakatan Damai AS-Iran Bisa Ditandatangani Akhir Pekan Ini


Jumat, 12 Juni 2026 / 15:26 WIB
Trump Sebut Kesepakatan Damai AS-Iran Bisa Ditandatangani Akhir Pekan Ini
ILUSTRASI. Optimisme damai AS-Iran picu reli pasar saham Asia dan jatuhkan harga minyak. Namun, Teheran belum putuskan final. (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harapan tercapainya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menguat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan dapat ditandatangani secepatnya pada akhir pekan ini. Namun, di sisi lain, Teheran menegaskan bahwa mereka masih belum mengambil keputusan final terkait perjanjian tersebut.

Apabila benar-benar terwujud, kesepakatan ini akan menjadi terobosan diplomatik paling signifikan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Konflik tersebut telah menewaskan ribuan orang sekaligus memicu lonjakan harga energi global setelah Iran hampir sepenuhnya menutup Selat Hormuz bagi aktivitas pelayaran internasional.

"Kami baru saja mencapai penyelesaian yang luar biasa untuk perang dengan Iran," kata Donald Trump kepada para wartawan di Gedung Putih, Kamis (11/6).

Trump juga menyampaikan bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka secara resmi setelah penandatanganan kesepakatan.

"Selat itu akan resmi dibuka segera setelah kami menandatangani perjanjian, yang bisa terjadi dalam waktu dekat, sangat dekat, mungkin pada akhir pekan ini di Eropa," ujarnya.

Baca Juga: China Rem Likuiditas, Bank Besar Diminta Kurangi Pinjaman Antarbank

Menurut Trump, Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan menghadiri proses penandatanganan tersebut. Saat ditanya apakah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei telah menyetujui kesepakatan itu, Trump menjawab, "Sejauh yang saya pahami, jawabannya adalah ya."

Sejak pertengahan Maret, Trump berulang kali menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang sudah semakin dekat. Namun, kedua negara masih saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir sehingga memperumit gencatan senjata yang diumumkan pada April lalu.

Di sisi lain, media Iran mengutip Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei yang mengatakan sebagian besar isi perjanjian telah dirampungkan. Meski demikian, Iran menegaskan tidak akan mengorbankan prinsip-prinsip utama yang menjadi garis merah negaranya.

"Kami belum mencapai keputusan akhir mengenai masalah ini. Ini merupakan isu yang sangat penting dan saat ini masih sedang ditinjau oleh lembaga-lembaga pengambil keputusan yang berwenang," ujar Baghaei.

Pasar Keuangan Menguat Meski Ketegangan Belum Reda

Optimisme atas peluang tercapainya perdamaian mendorong penguatan pasar saham Asia pada Jumat (12/6), mengikuti reli pasar global. Sementara itu, harga minyak dunia turun ke level terendah dalam dua bulan terakhir.

Meski demikian, situasi di sekitar Selat Hormuz masih diliputi ketegangan. Seorang pejabat AS mengatakan bahwa pasukan Amerika menembak jatuh dua drone serang sekali pakai milik Iran setelah Teheran berupaya menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.

Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa militer negara itu menghentikan sebuah kapal tanker yang hendak melintasi Selat Hormuz. Laporan tersebut turut menyebut adanya suara ledakan yang terdengar pada Jumat pagi.

Pengumuman Trump muncul setelah ia membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran dengan alasan adanya kemajuan dalam proses perundingan.

"Ini adalah sebuah nota kesepahaman yang sangat kuat, meskipun masih bersifat konseptual," kata Trump.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Tertekan Inflasi, Bersiap Catat Kerugian Mingguan 3,4%

Isu Nuklir Tetap Menjadi Fokus Utama

Trump berulang kali menegaskan bahwa kesepakatan damai harus menjamin Iran tidak dapat mengembangkan senjata nuklir. Iran sendiri terus membantah tuduhan bahwa mereka tengah mengejar kepemilikan senjata tersebut.

Sebaliknya, Iran mengajukan sejumlah tuntutan, termasuk pencabutan sanksi internasional, pembebasan miliaran dolar aset yang dibekukan, serta pengakuan atas kendali mereka terhadap Selat Hormuz.

"Hal yang paling penting adalah tidak boleh ada senjata nuklir di Iran. Artinya, tidak boleh dikembangkan maupun dibeli," kata Trump dalam sebuah acara kampanye yang disampaikan melalui sambungan telepon.

Serangan Balasan Terus Berlanjut

Sebelumnya pada Kamis, Trump sempat menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menyerang Iran "dengan sangat keras malam ini" dan dalam jangka panjang ingin menguasai pusat infrastruktur minyak Iran di Pulau Kharg.

Konflik ini juga menjadi tantangan politik bagi Gedung Putih. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan tingkat persetujuan terhadap Trump menurun seiring meningkatnya ketidakpuasan publik akibat tingginya harga bensin.

Sebagian anggota Partai Republik secara terbuka mengkhawatirkan bahwa perang yang tidak populer di mata publik dapat mengancam peluang mereka mempertahankan kendali atas Kongres dalam pemilu paruh waktu November mendatang.

Baca Juga: China Peringatkan Risiko Banjir Ekstrem di Wilayah Gurun

Di sisi lain, Trump juga harus mengakomodasi kelompok garis keras terkait Iran di internal Partai Republik yang menginginkan setiap kesepakatan benar-benar menutup jalan Teheran untuk mengembangkan senjata nuklir.

Respons Negara-Negara Timur Tengah

Reaksi negara-negara di kawasan Timur Tengah diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi kesepakatan tersebut.

Melalui media sosial, Trump menyatakan bahwa perjanjian itu telah memperoleh persetujuan dari sejumlah negara, termasuk Israel, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Namun, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel bukan merupakan pihak dalam nota kesepahaman dengan Iran.

Menurut ringkasan pernyataan resmi setelah percakapan antara Netanyahu dan Trump, pemimpin Israel tersebut menyampaikan apresiasi atas komitmen Trump untuk mengupayakan kesepakatan yang mencakup penghapusan material uranium yang telah diperkaya, pembongkaran infrastruktur pengayaan uranium, pembatasan produksi rudal, serta penghentian dukungan terhadap kelompok-kelompok proksi di kawasan.

Sementara itu, Teheran juga terus menuntut agar serangan Israel di Lebanon dihentikan. Pertempuran di negara tersebut masih berlangsung sebagai bagian dari konflik paralel antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×