kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Trump Klaim AS Kuasai Penuh Selat Hormuz, Iran Disebut Tak Bisa Berbuat Banyak


Rabu, 12 Agustus 2026 / 22:00 WIB
Trump Klaim AS Kuasai Penuh Selat Hormuz, Iran Disebut Tak Bisa Berbuat Banyak
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim negaranya kini memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Rabu (12/8/2026), di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Baca Juga: IEA: Gangguan Selat Hormuz Bikin Defisit Pasokan Minyak Dunia Makin Parah

"AS memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. Saya pikir kami akan mempertahankannya!" tulis Trump.

Trump juga menyebut blokade laut yang dilakukan AS sebagai "tembok baja" dan mengatakan Iran tidak memiliki kemampuan untuk menghadapinya.

"Blokade angkatan laut kami disebut oleh semua orang sebagai 'tembok baja', dan tidak ada yang dapat dilakukan Iran mengenai hal itu," tulisnya.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi global. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut telah memicu kekhawatiran mengenai pasokan minyak dunia dan turut mendorong kenaikan harga minyak.

Baca Juga: Lionel Messi Berduka, Masa Depan Karier Sepak Bolanya Mulai Diragukan

Ketegangan di kawasan tersebut juga semakin meningkat setelah terjadi serangan terhadap kapal di jalur pelayaran penting di Timur Tengah.

Sebelumnya, pejabat keamanan Iran menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup selama Amerika Serikat belum menerima sejumlah persyaratan Iran untuk mengakhiri konflik.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong harga minyak naik. Pada perdagangan Rabu, harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) menguat seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×