kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Trump Klaim AS Kuasai Penuh Selat Hormuz, Iran Disebut Tak Bisa Berbuat Banyak


Rabu, 12 Agustus 2026 / 22:00 WIB
Trump Klaim AS Kuasai Penuh Selat Hormuz, Iran Disebut Tak Bisa Berbuat Banyak
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim negaranya kini memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Rabu (12/8/2026), di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Baca Juga: IEA: Gangguan Selat Hormuz Bikin Defisit Pasokan Minyak Dunia Makin Parah

"AS memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. Saya pikir kami akan mempertahankannya!" tulis Trump.

Trump juga menyebut blokade laut yang dilakukan AS sebagai "tembok baja" dan mengatakan Iran tidak memiliki kemampuan untuk menghadapinya.

"Blokade angkatan laut kami disebut oleh semua orang sebagai 'tembok baja', dan tidak ada yang dapat dilakukan Iran mengenai hal itu," tulisnya.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi global. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut telah memicu kekhawatiran mengenai pasokan minyak dunia dan turut mendorong kenaikan harga minyak.

Baca Juga: Lionel Messi Berduka, Masa Depan Karier Sepak Bolanya Mulai Diragukan

Ketegangan di kawasan tersebut juga semakin meningkat setelah terjadi serangan terhadap kapal di jalur pelayaran penting di Timur Tengah.

Sebelumnya, pejabat keamanan Iran menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup selama Amerika Serikat belum menerima sejumlah persyaratan Iran untuk mengakhiri konflik.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong harga minyak naik. Pada perdagangan Rabu, harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) menguat seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×