Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. McDonald’s menyiapkan investasi sekitar US$ 8,5 miliar hingga 2036 untuk mendukung para pewaralaba atau franchisee sebagai bagian dari strategi pertumbuhan baru bernama McDonald’s NEXT.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya McDonald’s menghidupkan kembali pertumbuhan bisnis setelah menghadapi perlambatan penjualan di tengah inflasi yang masih tinggi dan persaingan ketat antarjaringan restoran cepat saji.si tersebut, sekitar US$5 miliar akan digelontorkan hingga 2030.
Dana tersebut antara lain digunakan untuk memberikan keringanan sewa serta dukungan modal kepada franchisee untuk meningkatkan dan memodernisasi restoran. “Kami ingin restoran menjadi keunggulan kompetitif kami,” seperti diberitakan dari Reuters.
Baca Juga: Menteri Energi AS: Harga Bensin Berpotensi Tetap di Atas US$ 3 per Galon Hingga 2027
Melalui McDonald’s NEXT, perusahaan menargetkan peningkatan kualitas makanan, pelayanan, nilai yang ditawarkan kepada konsumen serta inovasi. Strategi ini juga diarahkan untuk meningkatkan pangsa pasar dan efisiensi operasional.
McDonald’s menargetkan ekspansi jumlah restoran dapat menyumbang hampir 2,5% terhadap pertumbuhan penjualan sistem secara keseluruhan pada 2027, kemudian sekitar 2% pada 2030.
Di sisi profitabilitas, perusahaan menargetkan margin operasi berada di kisaran 50% hingga pertengahan 50% pada 2030. Sebagai pembanding, margin operasi adjusted McDonald’s pada tahun fiskal 2025 tercatat 46,9%.
Selain ekspansi gerai, McDonald’s memperkirakan peningkatan efisiensi sebesar 250 basis poin dapat menambah sekitar US$100.000 arus kas tahunan bagi rata-rata restoran di Amerika Serikat. Investasi tersebut diperkirakan dapat kembali dalam waktu sekitar empat tahun.
Strategi tersebut datang setelah kinerja McDonald’s menghadapi sejumlah tekanan. Inflasi dan persaingan promosi harga membuat pertumbuhan penjualan melambat, terutama ketika konsumen berpendapatan rendah mulai mengurangi frekuensi makan di luar rumah.
Baca Juga: Keppel Lepas 10 Anjungan Minyak Senilai S$3,7 Miliar hingga 2028
Pada kuartal kedua 2026, penjualan McDonald’s di Amerika Serikat juga berada di bawah ekspektasi pasar. Perusahaan sebelumnya mengakui adanya kendala dalam eksekusi strategi untuk menarik kembali konsumen berpendapatan rendah.
Untuk memperkuat pemulihan bisnis di pasar utama tersebut, McDonald’s juga menunjuk Skye Anderson, veteran industri sekaligus orang dalam perusahaan, sebagai presiden bisnis McDonald’s di Amerika Serikat.
Dengan investasi jangka panjang tersebut, McDonald’s kini mengandalkan kombinasi dukungan kepada franchisee, efisiensi restoran, ekspansi gerai dan peningkatan pengalaman pelanggan untuk mendorong pertumbuhan hingga akhir dekade.














