Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - LONDON. Pertumbuhan aktivitas bisnis zona euro menguat tajam pada September 2026. Output sektor swasta zona euro tumbuh pada laju tercepat dalam hampir tiga setengah tahun, ditopang oleh penguatan sektor manufaktur dan jasa.
Data awal PMI S&P Global yang dipublikasikan Rabu (23/9/2026), menunjukkan, Flash Eurozone Composite PMI Output Index naik menjadi 53,1 pada September dari 52,0 pada Agustus. Indeks tersebut mencatat ekspansi selama tiga bulan berturut-turut dan menjadi laju pertumbuhan tercepat sejak April 2023.
Penguatan aktivitas terjadi baik di sektor manufaktur maupun jasa. Pertumbuhan manufaktur meningkat ke level tertinggi dalam 55 bulan, sedangkan pertumbuhan sektor jasa mencapai level tertinggi dalam 10 bulan.
Perbaikan juga berlangsung cukup luas di antara negara-negara yang tercakup dalam survei. Jerman mencatat ekspansi untuk bulan ketiga berturut-turut dengan laju pertumbuhan tercepat dalam hampir satu tahun. Sementara itu, aktivitas ekonomi Prancis kembali meningkat untuk pertama kalinya dalam 10 bulan.
Chief Business Economist S&P Global Market Intelligence Chris Williamson mengatakan, penguatan pertumbuhan ekonomi tercermin dari peningkatan aktivitas bisnis dan pesanan baru. “Pertumbuhan bisnis yang semakin cepat berarti survei PMI awal mengindikasikan produk domestik bruto (PDB) tumbuh pada tingkat kuartalan 0,4%,” kata Williamson, dalam rilis resmi, Rabu (23/9/2026).
Baca Juga: McDonald’s Siapkan US$ 8,5 Miliar untuk Perkuat Franchise hingga 2036
Pesanan baru perusahaan di zona euro juga meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut pada September. Laju pertumbuhannya menjadi yang terkuat sejak Mei 2022, sejalan dengan penguatan aktivitas bisnis.
Pesanan ekspor baru turut meningkat untuk bulan kedua berturut-turut. Kondisi ini menjadi penting karena pesanan ekspor sebelumnya mengalami penurunan dalam 53 bulan berturut-turut sebelum akhirnya kembali meningkat pada Agustus.
Kenaikan secara keseluruhan terutama ditopang sektor manufaktur. Sementara bisnis baru sektor jasa dari luar negeri masih mengalami penurunan.
Di sektor manufaktur, Jerman menjadi salah satu pendorong utama penguatan. Williamson menyebut, manufaktur yang dipimpin Jerman tengah menikmati periode pertumbuhan terbaik dalam lebih dari empat tahun, didorong oleh peningkatan belanja untuk akal imitasi (AI) dan pertahanan.
“Tetapi pertumbuhan sektor jasa juga mulai menguat untuk menunjukkan perbaikan yang luas dalam pertumbuhan ekonomi,” ujar Williamson.
Baca Juga: Aktivitas Swasta India Menguat, PMI Manufaktur Capai Level Tertinggi Tujuh Bulan
Jumlah tenaga kerja juga meningkat dalam dua bulan berturut-turut, meski pertumbuhannya masih moderat dan sama dengan laju pada Agustus. Penyerapan tenaga kerja meningkat di sektor jasa, sedangkan perusahaan manufaktur mempertahankan jumlah pekerjanya.
Jerman mencatat penciptaan lapangan kerja terkuat sejak pertengahan 2023. Sebaliknya, lapangan kerja di Prancis kembali menurun. Sementara negara pengguna euro selain Jerman dan Prancis mencatat kenaikan jumlah tenaga kerja secara moderat.
Di tengah penguatan aktivitas ekonomi, tekanan inflasi kembali meningkat. Biaya input dan harga output sama-sama naik pada laju tercepat dalam empat bulan. Kenaikan biaya input terjadi baik di sektor manufaktur maupun jasa.
Williamson mengatakan peningkatan tekanan inflasi tidak terlepas dari kenaikan harga energi yang dipicu konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah. “Tetapi yang lebih menggembirakan adalah ketahanan pertumbuhan ekonomi yang dilaporkan,” imbuh dia.
Di sisi lain, peningkatan aktivitas ekonomi belum sepenuhnya diikuti oleh optimisme pelaku usaha. Kepercayaan terhadap prospek output dalam satu tahun ke depan kembali melemah pada September dan berada pada level yang relatif rendah.
Penurunan kepercayaan terutama disebabkan oleh melemahnya optimisme perusahaan-perusahaan Prancis. Di Jerman, sentimen tidak berubah dibandingkan Agustus, sementara negara-negara zona euro lainnya mencatat sedikit peningkatan kepercayaan. Optimisme melemah baik di sektor manufaktur maupun jasa.














