kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Iran Segera Bergabung dengan Bank Pembangunan BRICS, Ini Tujuannya


Rabu, 12 Agustus 2026 / 15:25 WIB
Iran Segera Bergabung dengan Bank Pembangunan BRICS, Ini Tujuannya
ILUSTRASI. Iran (via REUTERS/Majid-Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Iran akan segera bergabung dengan New Development Bank (NDB), lembaga pembiayaan pembangunan yang didirikan oleh kelompok negara BRICS.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Teheran memperluas akses pembiayaan di tengah sanksi Amerika Serikat (AS) dan internasional.

Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati mengatakan, Iran dalam waktu dekat akan menjadi anggota NDB. Pernyataan tersebut disampaikan melalui media pemerintah Iran pada Rabu (12/8/2026), menjelang pertemuan keuangan BRICS di India.

Baca Juga: Dolar AS Menguat di Tengah Ketegangan Teluk, Pasar Tunggu Data Inflasi AS

"Iran akan segera menjadi anggota bank ini," kata Hemmati seperti dikutip media pemerintah Iran.

Iran saat ini masih menghadapi berbagai sanksi dari AS dan negara-negara lain. Di saat yang sama, Teheran belum mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik dengan AS dan Israel.

Kondisi tersebut mendorong Iran untuk mencari jalur pembiayaan dan perdagangan alternatif di luar sistem keuangan berbasis dolar AS.

Iran Gabung BRICS sejak 2024

Iran resmi bergabung dengan BRICS pada 2024 ketika kelompok tersebut memperluas keanggotaannya.

Sejak bergabung, Iran telah menyatakan keinginannya untuk menjadi anggota sekaligus pemegang saham NDB.

Baca Juga: Gempa 7,4 Magnitudo Guncang Kolombia, Sedikitnya 254 Orang Tewas

NDB didirikan oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan pada 2015. Bank tersebut bertujuan membiayai proyek-proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang.

Seiring waktu, keanggotaan NDB diperluas dengan memasukkan sejumlah negara berkembang lainnya, termasuk Uni Emirat Arab dan Mesir.

Hemmati saat ini menghadiri pertemuan pertama para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara BRICS yang diselenggarakan India. India menjadi pemegang kepemimpinan bergilir BRICS pada tahun ini.

Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS

Keanggotaan Iran di NDB berpotensi memperkuat upaya Teheran mengurangi ketergantungan terhadap sistem keuangan yang didominasi dolar AS.

Negara-negara anggota BRICS selama ini mendorong penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan dan transaksi keuangan antaranggota.

Baca Juga: Korea Selatan Umumkan Tujuh Proyek Teknologi Pendorong Ekonomi Masa Depan

Hemmati mengatakan Iran meyakini negara-negara BRICS dapat meningkatkan perdagangan menggunakan mata uang nasional masing-masing.

Iran juga tengah mendorong kerja sama moneter secara bilateral maupun trilateral dengan negara-negara anggota BRICS lainnya.

Langkah tersebut menjadi semakin penting bagi Iran karena sanksi AS telah membatasi akses Teheran terhadap sistem keuangan internasional dan mempersempit pilihan pembiayaan bagi perekonomiannya.




TERBARU

[X]
×