Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pemerintah Korea Selatan (Korsel) meluncurkan berbagai proyek teknologi ambisius, Rabu (12/8/2026). Reuters melaporkan, strategi teknologi ini berpusat pada tujuh proyek.
Tujuh proyek tersebut mulai dari energi nuklir dan komputasi kuantum hingga proyek antariksa dan bioteknologi. Seperti diumumkan sebelumnya, Korsel berupaya mengamankan mesin pertumbuhan baru di luar sektor semikonduktor dan akal imitasi (AI).
Inisiatif tersebut dinamakan Seven Major SEED. Presiden Korsel Lee Jae Myung mengumumkan inisiatif tersebut dalam pertemuan di Blue House.
Lee menyatakan, Korea Selatan harus memanfaatkan peluang dari lonjakan industri semikonduktor dan pesatnya perkembangan AI untuk mempersiapkan penggerak pertumbuhan masa depan negara tersebut, sebelum teknologi-teknologi itu benar-benar muncul.
"Ketujuh proyek SEED yang kita bahas hari ini akan menjadi mesin pertumbuhan generasi mendatang dan aset strategis nasional yang utama," ujar Lee, seperti dikutip Reuters, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga: Drone Ukraina Serang Terminal Gandum Rusia, Operasional Dihentikan
Menurut Menteri Sains Korsel Bae Kyung-hoon, inisiatif ini mencakup SMR, energi fusi, energi terbarukan generasi mendatang, teknologi kuantum, sektor antariksa dan penerbangan, bioteknologi tingkat lanjut, serta rantai pasok mineral dan material kritis.
Rencana ini muncul di tengah tantangan menyusutnya populasi usia kerja dan melambatnya potensi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan. Di saat yang sama, negara ini bersaing untuk meraih keunggulan dalam teknologi baru yang semakin dipandang krusial bagi daya saing ekonomi dan keamanan nasional.
"Kami akan membantu benih-benih ini tumbuh dan membangun Korea Selatan yang tak tertandingi dalam 10 atau 20 tahun ke depan," kata Bae.
Menurut siaran pers pemerintah Korsel, proyek pertama yang disiapkan melalui strategi ini adalah proyek SMR. Korea Selatan menargetkan komersialisasi SMR buatan dalam negeri pada tahun 2035 dan memulai pembangunan SMR non-light-water pada dekade 2030-an.
Kedua, pemerintah Korsel mengembangkan energi fusi. Pemerintah Korsel sekaligus mengupayakan pembangkitan listrik berbasis fusi pada akhir dekade 2030-an.
Ketiga, mengembangkan energi terbarukan. Komponen energi terbarukan dalam rencana ini mencakup pengembangan sel surya ultra-efisien, teknologi angin lepas pantai tingkat lanjut, sistem produksi hidrogen, dan teknologi jaringan listrik berbasis AI.
Baca Juga: Indeks Kospi Reli: Ditutup Melonjak Lebih dari 3% Ditopang Saham Pembuat Chip
Keempat, di bidang teknologi kuantum, pemerintah negeri ginseng ini menargetkan pengembangan prosesor kuantum 100-qubit dengan kemampuan koreksi kesalahan buatan dalam negeri pada tahun 2029, serta berupaya menjadi negara produsen cip kuantum terkemuka di dunia pada tahun 2035.
Kelima, Korsel juga menyiapkan program antariksa. Negara asal K-pop ini menargetkan bisa melakukan misi pendaratan di bulan secara mandiri pada 2030. Lalu, misi pendaratan di bulan kedua ditargetkan pada 2032, dan pembangunan jaringan komunikasi satelit orbit rendah bumimandiri pada 2035.
Pemerintah juga berencana mengembangkan teknologi terkait pusat data antariksa serta mendukung partisipasi Korea Selatan dalam program pesawat komersial generasi mendatang.
Keenam, di sektor bioteknologi, Korea Selatan menargetkan pembangunan infrastruktur bio AI pada tahun 2030 dan komersialisasi produk antarmuka otak-komputer pada tahun 2035, sembari mendukung penemuan obat berbasis AI, laboratorium otonom, serta terapi gen dan sel tingkat lanjut.
Baca Juga: Harga Minyak Reli, Keraguan terhadap Kesepakatan AS-Iran Picu Kekhawatiran Pasokan
Ketujuh, Korsel berupanya mengamankan komponen rantai pasok. Ini mencakup langkah-langkah untuk memperluas pengolahan dan daur ulang mineral kritis di dalam negeri, meningkatkan cadangan strategis, mendiversifikasi sumber pasokan, serta menginvestasikan 10 triliun won dalam teknologi material, komponen, dan peralatan hingga 2030.
Para pejabat Korsel juga menyatakan, sebuah gugus tugas gabungan pemerintah dan swasta akan dibentuk untuk membantu mempercepat komersialisasi melalui reformasi regulasi. "Apakah kita akan menjadi pemimpin yang menikmati peluang tak terbatas atau sekadar pengikut yang berisiko tertinggal, semua itu bergantung pada pilihan kita," ujar Lee.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
