kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.835   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.375   97,87   1,56%
  • KOMPAS100 833   11,37   1,38%
  • LQ45 633   7,57   1,21%
  • ISSI 221   4,34   2,00%
  • IDX30 351   3,57   1,03%
  • IDXHIDIV20 434   1,47   0,34%
  • IDX80 95   1,26   1,34%
  • IDXV30 119   0,20   0,17%
  • IDXQ30 112   0,55   0,49%

Bosch Hadapi Tekanan Margin di Tengah Lesunya Otomotif


Rabu, 23 September 2026 / 17:46 WIB
Bosch Hadapi Tekanan Margin di Tengah Lesunya Otomotif
ILUSTRASI. Produk Bosch di kampanye #BeresBosch di Jakarta (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - FRANKFURT. Lesunya produksi otomotif global mulai menggerus kinerja Bosch Group. Pemasok komponen otomotif asal Jerman ini mencatat penurunan profitabilitas pada semester pertama 2026, di tengah biaya tinggi dan adopsi kendaraan listrik yang belum sesuai harapan.

Melansir Reuters (23/9), Bosch mencatat margin laba operasional sebesar 4,6% pada enam bulan pertama 2026. Angka tersebut turun dibandingkan margin 5,1% pada periode yang sama tahun lalu.

Tekanan terutama datang dari bisnis Mobilitas yang menjadi salah satu penopang utama Bosch. Stagnasi produksi kendaraan membuat permintaan komponen otomotif belum banyak bergerak, sementara perusahaan juga menghadapi tekanan biaya.

Kinerja Bosch turut terbebani biaya penurunan nilai aset atau impairment charges sebesar € 270 juta atau sekitar US$ 308 juta. Beban tersebut berkaitan dengan fasilitas produksi yang terdampak oleh lebih lambatnya adopsi kendaraan listrik global dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peralihan industri otomotif menuju kendaraan listrik belum sepenuhnya memberikan dorongan bagi pemasok komponen. Investasi dan kapasitas produksi yang sebelumnya disiapkan untuk pertumbuhan kendaraan listrik kini harus disesuaikan dengan perkembangan permintaan.

Meski menghadapi tekanan, Bosch masih mempertahankan proyeksi kinerja untuk sepanjang 2026. Namun, perusahaan memperkirakan kondisi ekonomi pada semester kedua masih penuh ketidakpastian.

Baca Juga: TotalEnergies Pacu Investasi Gas di Nigeria Lewat Ladang Ima

Chief Financial Officer Bosch Markus Forschner mengatakan, perusahaan akan terus memperkuat daya saing dan posisi pasar. Fokus Bosch antara lain menekan biaya serta mengurangi kompleksitas bisnis.

Langkah efisiensi menjadi bagian dari strategi Bosch untuk memperbaiki profitabilitas. Pada April lalu, perusahaan telah memaparkan sejumlah langkah untuk memperketat pengendalian biaya sekaligus meningkatkan investasi pada teknologi baru.

Bosch juga menghadapi persaingan yang semakin ketat di tengah kondisi industri otomotif global yang belum pulih sepenuhnya. Ketidakpastian ekonomi membuat sejumlah pelaku industri dan pelanggan menunda keputusan investasi di berbagai pasar.

Tekanan tidak hanya datang dari sisi permintaan. Industri pemasok otomotif juga masih menghadapi biaya produksi yang tinggi serta ketegangan geopolitik yang berpotensi mengganggu rantai pasok.

Konflik di Timur Tengah turut meningkatkan kekhawatiran terhadap harga energi dan kelancaran pasokan. Kondisi ini berpotensi menambah beban biaya bagi perusahaan otomotif dan pemasok komponen, sehingga ruang untuk memperbaiki margin semakin terbatas.

Bosch pun harus menyeimbangkan agenda efisiensi dengan kebutuhan investasi teknologi. Bagi pemasok otomotif, kemampuan mengendalikan biaya sekaligus mengikuti perubahan teknologi kendaraan menjadi semakin penting di tengah transformasi industri global.

Baca Juga: Keluarga Persson Borong Saham, H&M Menuju Go Private




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×