Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas spot naik 2% pada Rabu (4/11/2026), didukung melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) setelah Partai Demokrat meraih kemenangan penting dalam pemilihan paruh waktu.
Sementara itu, para investor menantikan data non-farm payrolls yang akan dirilis akhir pekan ini untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan Federal Reserve.
Rabu (4/11/2026), harga emas di pasar spot naik 2,2% menjadi US$ 4.016,01 per ons pada pukul 06.19 GMT. Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 2,2% menjadi US$ 4.026,90.
"Melemahnya dolar AS serta penurunan tajam pada imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS—baik secara nominal maupun riil—jelas memberikan dukungan bagi harga emas," ujar Chris Weston, kepala riset di Pepperstone seperti dikutip Reuters.
Selain itu, kata Weston, permintaan akan perlindungan terhadap pemerintahan Trump yang mungkin menjadi lebih sulit diprediksi dan konfrontatif tampaknya menciptakan latar belakang yang menarik bagi para pembeli emas.
Baca Juga: Bursa Saham AS Melemah, Dolar Tertekan di Tengah Peluang Demokrat Kuasai Senat
Pasar saham global melemah dan dolar AS terkoreksi pada hari Rabu setelah Partai Demokrat mencatatkan kemenangan signifikan dalam pemilihan paruh waktu AS.
Dolar yang lebih lemah membuat emas—yang dihargai dalam mata uang AS—menjadi lebih terjangkau bagi pembeli dari luar negeri.
Di sisi geopolitik, seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters, Iran dan Amerika Serikat masih jauh dari kesepakatan untuk mengakhiri konflik mereka. Sementara itu, Trump tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan operasi tempur AS setelah pemilihan umum berakhir.
Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME, para trader saat ini melihat peluang sebesar 79% The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember 2026. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang emas—aset yang tidak memberikan imbal hasil—sehingga mengurangi daya tariknya bagi para investor.
Saat ini, pasar tengah menantikan laporan non-farm payrolls AS yang dijadwalkan rilis pada hari Jumat. "US$ 4.000 merupakan level resistensi yang jelas — dan penembusan ke salah satu sisi dari kisaran tersebut dapat menentukan pergerakan signifikan emas berikutnya," ujar Matt Simpson, analis pasar senior di StoneX.
Baca Juga: Demokrat Cetak Kemenangan Bersejarah di Texas dan Georgia, Rebut Kursi Gubernur
Permintaan emas di India diperkirakan akan turun ke level terendah dalam enam tahun pada 2026, seiring dengan tingginya harga yang menekan penjualan perhiasan serta melambatnya permintaan investasi, ungkap World Gold Council (WGC) pada hari Selasa.
Di antara logam lainnya, harga perak di pasar spot naik 3,8% menjadi US$ 51,67, platinum naik 2,8% menjadi US$ 1.455,71, dan paladium naik 3,8% menjadi US$ 969,49.













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
